Komisi I DPRA Minta RI Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

iskandar-usman-al-farlaky

 Iskandar Usman Al-Farlaky
Iskandar Usman Al-Farlaky

Banda Aceh - Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi diminta segera memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar, langkah ini sebagai sikap politik internasional atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingnya, apalagi tragedi itu terus berulang dan telah menewaskan ribuan muslim tanpa dosa.

Permintaan bernada keprihatinan itu disampaikan oleh anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, menyikapi aksi pembantaian etnis Rohingnya. “Presiden Jokowi sebagai kepala negara harus segera bersikap. Salah satunya adalah memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar. Ini keprihatinan umat muslim yang ikut dirasakan oleh Muslim di Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakan dia, Indoensia harus lebih tegas menghadapi  Myanmar, tidak cukup sekedar mengirim surat atau statemen mengutuk di  media massa, Indonesia diharapkan lebih perhatian. Iskandar mengajak negara- negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) agar melakukan embargo ekonomi terhadap Myanmar. Dubes dan warga Myanmar non muslim di Indonesia juga  harus dipulangkan.

Anggota Komisi 1 yang membidangi politik, keamanan, hukum, dan pemerintahan tersebut juga mengungkapkan, Indonesia memperjelas  sikap politik luar negerinya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Jika terus dibiarkan, tanpa sikap yang jelas, sama saja dengan membiarkan pembantaian di umat muslim di Myanmar.

“Segala upaya diplomatik, mengirim bantuan, mendesak anggota serikat PBB untuk turun tangan harus segera dilakukan Indonesia melalui Departemen Luar Negeri (Deplu). PBB untuk tidak tinggal diam supaya segera bersikap dengan cara mengirimkan tentara perdamaian dan bantuan kemanusian. Mereka juga manusia sama dengan bangsa lain di belahan dunia ini, jangan diskrimanasikan mereka,’ beber alumni Dayah Bustanul Ulum Langsa ini.

Iskandar yang juga Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPR Aceh tersebut menambahkan, pemerintah dan juga dunia Islam, serta Dewan Keamanan PBB lambat bersikap atas tragedi yang menimpa muslim etnis Rohingnya di Myanmar, akan menimbulkan empati dan gejolak di seluruh negera- negara yang berpenduduk Islam.

“Maka, ini akan berimbas terhadap agama non muslim lain di negara- negara berpenduduk mayoritas Islam. Klimaknya akan terjadi pembalasan atas peristiwa yang menimpa saudara muslim di sana. Kita saksikan di video, gambar, dan berita yang terjadi atas etnis Rohingnya sangat memiriskan mata. Atas nama kemanusian, soidaritas internasional, mari segera putuskan hubungan diplomatik, desak PBB turun tangan, salurkan bantuan kemanusian ke sana,” demikian pinta Iskandar Usman Al-Farlaky.(***)

Komentar

Loading...