Banjir di Singkil Rendam Tujuh Kampung dan Ruas Jalan

Foto Ilustrasi Kompas.com

Foto Ilustrasi Kompas.com

Singkil - Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Singkil dan ka­wasan Pakpak Bharat beberapa hari terakhir, meng­aki­batkan Sungai Cinendang meluap, merendam per­mu­kiman dan ruas ja­lan, Senin (21/11).

Sejumlah desa di Kecamatan Sim­pang Kanan dan Gunung Meriah, te­rendam banjir, termasuk ruas ja­lan ne­gara Aceh Sing­kil-Subu­lus­­salam di Kam­pong Silatong, Kecamatan Sim­pang Kanan.

Badan jalan yang terendam banjir hanya bisa dilewati mobil besar sejenis truk, ratusan kendaraan badan kecil terli­hat antre menunggu air surut.

Banjir juga memutus akses trans­por­tasi dari Kecamatan Gu­nung Me­riah menuju Kecamatan Singkohor dan Kuta Ba­haru. Badan jalan kabu­pa­ten sepanjang 3 kilometer pada dua titik yakni di Kampong Rimo dan Cing­kam, Kecamatan Gunung Meriah terendam banjir.

Satu unit tuk yang mencoba melin­tas jalan menuju Kam­pong Rimo me­ngalami mati mesin. Ketinggian air di jalan ne­gara dan jalan kabupaten diperkurakan mencapai 1 meter.

Sementara ketinggian air di ha­la­man permukiman penduduk men­capai 1,5 meter. Personel TNI dan Polri ter­lihat siaga di dua lo­kasi jalan yang te­rendam air untuk membantu men­do­rong kendaraan yang mengalami mati mesin.

Camat Simpang Kanan Ahmad, SH yang turun ke lokasi ban­jir menye­but­­kan, jalan negara Singkil-Subulus­salam terendam banjir akibat luapan Lae (sungai) Cinendang.

Dikatakan, sebanyak tujuh kam­pung terendam banjir yaitu Kam­pong Lae Riman, Silatong, Ujung Limus, Li­pat Kajang Bawah, Tan­jung Mas, Sarasah dan Cibubukan.

Menurut camat, air mulai me­ren­dam permukiman penduduk sekitar pu­kul 00:30 WIB dini hari. Pihaknya tetap melakukan pemantauan di lokasi dan membuat rambu-rambu jalan bagi pe­ngendara dan pejalan kaki yang me­lintas di badan jalan yang terendam.

Kawasan ini, ujar camat, menjadi lang­ganan banjir akibat lu­apan air Lae Ci­nendang yang tidak tertampung. Na­mun, se­perti bi­asanya banjir yang me­mutus akses kendaraan itu akan su­rut dalam 5 jam ke depan, jika in­tensitas hujan menurun.

Camat menambahkan, pihaknya akan terus berkordinasi de­ngan BPBD dan dinas sosial. Jika kondisi air ma­kin tinggi pi­haknya akan mema­sang tenda untuk lokasi pengungsian jika dibu­tuhkan. (analisadaily)