Terlibat Pungli Penerimaan Calon Prajurit, Oknum TNI Diproses

Pangdam IM Mayjen Tatang Sulaiman

Pangdam IM Mayjen Tatang Sulaiman
Pangdam IM Mayjen Tatang Sulaiman

Banda Aceh - Komitmen TNI terhadap proses dalam penerimaan prajurit dilingkungan Kodam Iskandar Muda dinyatakan secara tegas bahwa dilarang keras adanya Pungutan liar (Pungli).

Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum TNI dengan inisial AW terhadap proses penerimaan calon prajurit Sekolah Tamtama (SECATA) gelombang II TA.2016 korban inisial KAH asal Sumatera Utara diduga telah dijanjikan lulus oleh yang bersangkutan.

Korban diminta menyerahkan uang ratusan juta kepada oknum tersebut, namun akhirnya calon tersebut tidak lulus dalam kompetisi penerimaan prajurit dan kandas pada tahapan pantukhir. Sehingga orang tua korban merasa dirugikan. Akibat dari kejadian tersebut pihaknya melaporkan perbuatan oknum TNI tersebut kepada pihak berwajib.

Informasi yang diterima waspada, Jumat (18/11), saat ini oknum TNI tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan di markas Pomdam IM.

Sebelumnya, Pangdam IM Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman pernah menyampaikan bahwa, secara nasional di Indonesia sudah terbentuk satuan tugas (Satgas) penindakan pungutan liar.

"Hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo kepada Menteri Koordinator Politik Hukum bahwasannya cegah perbuatan pungli dan laksanakan tindak tegas bila ada oknum - oknum aparat yang main-main dengan perbuatan pungli sekecil apapun,” ujar Mayor Jenderal TNI Tatang.

"Apabila masih ada pungutan liar pada proses seleksi calon Prajurit, pasti saya akan proses dan tindak tegas ,” Tegas Pangdam saat melakukan kunjungan kerja ke Ajendam Iskandar Muda. [ro]