KIP Aceh: Ini Tempat yang Dilarang Memasangan Alat Peraga Kampanye

Foto: Kompas.com

Ilustrasi, Foto: Kompas.com

Banda Aceh - Selama masa kampanye, calon kepala daerah diperbolehkan memasang alat peraga kampanye untuk mempromosikan dirinya. Apalagi, masa kampanye kandidat gubernur, wakil gubernur, serta kepala daerah tingkat II yang maju pada Pilkada Aceh 2017 sudah dimulai sejak 28 Oktober 2016.

Namun tidak semua tempat bisa dipasangi alat peraga seperti spanduk, umbul-umbul, atau baliho. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menetapkan lokasi-lokasi yang boleh dijadikan tempat pemasangan alat peraga kampanye.

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi mengatakan, tempat yang dilarang misalnya tempat ibadah dan tempat pendidikan. “Juga gedung pemerintah, tangsi-tangsi militer, kepolisian, dan pohon-pohon,” ujarnya, Kamis (17/11/2016).

Pemasangan alat peraga kampanye, kata Ridwan, juga harus memperhatikan keamanan, estetika lingkungan, dan keindahan kota. Ia berharap semua komponen dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) mengontrol tempat yang dipasangi alat peraga kampanye agar tidak melanggar aturan.

Jika kedapatan ada yang melanggar aturan pemasangan alat peraga kampanye, maka akan diturunkan. Alat peraga kampanye sebelum dipasang harus terlebih dahulu diberikan kepada KIP Aceh, setelah dibuat berita acara, baru dicetak dan dipasang. (okezone)