Bentrokan Bersenjata di Palestina, Satu Perempuan Tewas

Int.

Int.
Ilustrasi Int.

Nablus - Pasukan keamanan Palestina dan kelompok bersenjata terlibat bentrokan di kota Nablus, Tepi Barat, Rabu (16/11/2016), sehingga satu perempuan tewas.

Bentrokan senjata tersebut memicu kekhawatiran tentang kemungkinan meluasnya kekerasan intra-Palestina, yang kini sedang berjuang mendapatkan pengakuan internasional untuk kemerdekaannya dari okupasi Israel.

Menurut kantor berita Agence France-Presse, wanita yang menjadi korban itu berusia 39 tahun. Tempat kejadian perkara ialah di kawasan kota tua Nablus, bagian utara wilayah okupasi Israel di Tepi Barat.

Kota tua Nablus telah berulangkali menjadi titik bentrokan domestik dalam beberapa bulan terakhir.  Polisi Palestina sedang menggelar operasi besar untuk menyita senjata-senjata ilegal.

Empat warga Palestina, termasuk dua polisi, tewas dalam operasi serupa pada Agustus lalu. Ketegangan intra-Palestina meningkat, terutama lagi di daerah dekat kamp pengungsi Balata. Masalah politik diduga sebagai pemicu.

Beberapa analis mengatakan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap kamp sebagai basis massa pendukung rival politiknya, Mohammed Dahlan, yang saat ini sedang dalam pengasingan di Uni Emirat Arab.

Selama kunjungan ke Balata, Senin lalu, utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan, ia prihatin kamp pengungsi yang begitu luas di Tepi Barat bisa "meledak" jika konflik intra-Palestina memburuk. (kompas.com)