Wakil Ketua DPRA: Pungli di Perbatasan Aceh-Sumut Harus Segera Dihentikan

Irwan Djohan

Irwan Djohan
Irwan Djohan

Banda Aceh -- Pemerintah saat ini terus memerangi berbagai praktek pungli terutama di sektor pelayanan publik. Tak terkecuali di Provinsi Aceh, fenomena praktek pungli juga masih sering terjadi khususnya di wilayah perbatasan antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara.

Praktek pungli yang di duga dilakukan oleh oknum aparat di wilayah perbatasan Aceh ini kerap dialami oleh masyarakat Aceh khsususnya yang membawa kendaraan dengan plat nomor dari Aceh (BL).

Masalah praktek pungli ini menjadi sorotan oleh DPR- Aceh. Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan menyesalkan, praktek pungli yang kerap dialami masyarakat Aceh saat menuju ke Medan Sumatera Utara ini seharusnya tidak terjadi.

Menurut Irwan Djohan praktek pungli di wilayah perbatasan Aceh ini merupakan bentuk penzaliman dan rasa ketidakadilan terhadap masyarakat Aceh. Dia menyebut jika persoalan ini tidak ditangani secara serius maka akan berdampak luas terhadap hubungan antara kedua provinsi ini.

“masalah pungli di Perbatasan Aceh-Sumut ini harus segera diperhatikan, karena kita ingin menciptakan Aceh yang damai, jangan Aceh dianaktirikan, jangan dizalimi. Kalau dengan saudara sendiri di Sumut diperlakukan demikian tentu lama kelamaan banyak rakyat Aceh yang beranganggapan apakah Aceh ini tidak dianggap bagian dari RI, jadi ini luas dampaknya. Ini juga berpengaruh terhadap rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI,” kata Irwan Djohan, Senin (14/11/2016).

Wakil ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan juga mengapresiasi langkah Kapolri, Tito Karnavian yang serius memberantas praktek pungli terutama di tubuh kepolisian, namun demikian dia meminta agar Kapolri juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan praktek pungli yang sering terjadi di perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara.

Sejauh ini, DPR Aceh melalui Komisi I terus melakukan koordinasi baik itu dengan pemerintah Sumatera Utara maupun dengan Polda Sumatera Utara, sehingga diharapkan pungli tidak lagi terjadi di wilayah perbatasan Aceh-Sumut.