Ini Pesan Obama Untuk Donald Trump

Barack Obama (REUTERS/Carlos Barria)

Barack Obama (REUTERS/Carlos Barria)

Washington - Petahana Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, menjadi kepala negara adalah pekerjaan yang sangat menantang dan lebih besar daripada satu individu. Demikian ia menyampaikan dalam konferensi pertamanya di Gedung Putih sejak hasil pilpres AS 2016 diumumkan.

Dalam kesempatan ini, Obama juga mengutarakan perhatiannya terhadap kepresidenan yang selanjutnya akan diemban oleh Trump. Dia menyarankan agar capres Republik itu lebih menjaga sikapnya, memperbaiki temperamennya dan pandai-pandai memilih orang yang dapat dipercaya untuk bekerja di Gedung Putih.

“Kami terlibat dalam percakapan yang sangat hangat. Apakah saya punya konsen terhadap pemerintahan dia? Tentu saja,” tegas pria berdarah Kenya tersebut, seperti disitat dari Sky News, Selasa (15/11/2016).

Selain itu, Obama menyampaikan pentingnya mensinyalkan persatuan kepada rakyat AS pascapilpres. Ayah dua anak itu juga berharap Trump bisa merangkul kelompok minoritas, para perempuan dan warga lain yang termarjinalkan.

Menurutnya, Trump akan memiliki lebih banyak waktu dan ruang dibandingkan dia saat pertama kali berkantor di Gedung Putih. Pada masa itu, AS tengah diperhadapkan pada krisis ekonomi. Untuk itu, suami Michelle Obama itu meminta Trump untuk bijak-bijak dalam membuat keputusan.

Terkait para imigran, dia sudah mengungkapkan pandangannya kepada Trump. Ia berujar, kehadiran para imigran baik bagi perekonomian negara. Selama mereka tertib dan datang dengan sah, maka dia akan mendesak Trump untuk berpikir panjang dan keras sebelum mendeportasi para imigran muda yang tidak berdokumen lengkap itu.

Apa pun yang terjadi, Presiden Obama dan timnya berjanji akan membantu proses transisi politik ini berjalan lancar dan damai. Menanggapi kekalahan Hillary Clinton, dia juga menyerukan agar Partai Demokrat bisa menerimanya dengan lapang dada. (okezone)