Penyandang Disabilitas Nyaman dengan Kepemimpinan Illiza

Foto: Acehportal.com

Foto: Acehportal
Foto: Acehportal

Banda Aceh - Calon walikota Banda Aceh periode 2017-2022, Illiza Sa'aduddin Djamal mengukuhkan tim pemenangan Illiza - Farid dari insklusi yang berlangsung di salah satu hotel di Banda Aceh,  Minggu (13/11/2016).

Kehadiran Illiza disambut antusias dengan takbir serta shalawat nabi oleh ratusan penyandang disabilitas dari berbagai ketunaan seperti tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dan tuna wicara.

Dalam kesempatan itu, beberapa perwakilan penyandang disabilitas menyampaikan orasinya terkait yang dirasakan kaum difable saat Illiza menjabat Walikota Banda Aceh periode 2012-2017 maupun harapan jika terpilih lagi untuk lima tahun mendatang.

"Saya sudah kenal ibu illiza sejak tahun 2007. Beliau sangat ramah, sopan, pemimpin yang amanah dan jujur. Kami serba kekurangan tapi kami tidak pernah dibeda-bedakan," ujar Aldy dengan suara terbata-bata.

Hal yang sama juga dirasakan Idris, penyandang tuna netra. Dia mengatakan, bunda sapaan akrab Illiza merupakan sosok pemimpin yang sangat peduli dan tidak pernah membedakan, apakah itu orang cacat, bisu, dan lainnya.

"Tengah malam saya pernah telepon Bunda, ingin tanyain kabar beliau dan Alhamdulillah diangkat. Begitulah kepeduliannya sama kami, dan kami sedih kalau bunda tidak menang karena tidak ada lagi yang akan memperhatikan kami," kisahnya.

Menanggapi orasi maupun harapan kaum disabilitas, calon walikota petahana, Illiza didampingi calon wakilwali kota Farid Nyak Umar dengan meneteskan air mata mengaku sudah tidak bisa bicara.

"Saya merasa bersalah dan berdosa, apapun yang sudah disampaikan tadi. Sebab selama ini kami merasa masih banyak yang belum dilakukan untuk penyandang disabilitas," katanya.

Namun Illiza bertekad jika terpilih kembali menjadi orang nomor satu di ibu kota provinsi Aceh ini akan terus memperjuangkan nasib penyandang disabilitas agar hidup layak dan sejahtera seperti manusia lainnya.

Koordinator timses illiza-farid dari kalangan disabilitas, syarifuddin mengatakan dukungan terhadap iliza sudah dideklarasikan pihaknya jauh sebelum iliza menyatakan maju kembali sebagai walikota Banda Aceh.

Menurutnya, selama kepemimpinan Iliza pembangunan kota Banda Aceh sudah sangat pro disabilitas.

"Sejak awal tahun 2016 kami sudah bentuk timses, karena kami merasa sangat dihargai selama kepemimpinan Ibuk Iliza,"ujarnya. (adi)