Miris Guru Bakti Di Aceh Masih Terima Upah Rp.120.000/ bulan

acehportal.com

acehportal.com

Banda Aceh -- Ketua PGRI Aceh, Ramli Rasyid menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi dari PGRI Aceh tahun 2016 di seluruh kabupaten/kota di Aceh terhadap pengabdian guru bakti sangat miris.

"Fenomena guru bakti di Aceh sangat miris, sampai hari ini honor perjam guru bakti di Aceh Rp. 3000 ditotalkan perbulan Rp. 120.000 di tingkat SMU/SMK begitu juga tingkat SD dan SMP di beberapa daerah terutama yang daerah terpencil," kata Ramli Rasyid bersama pengurus PGRI Aceh Abd Syukur, dan Muhammad Nurdin kepada wartawan, Senin (14/11) di Banda Aceh.

Menurut Ketua PGRI Aceh, persoalan ini akan menjadi beban pemerintah provinsi ke depan, selama ini pemrov tidak terdeteksi persoalan seperti ini. "Selama ini banyak pejabat kita menyampaikan guru di Aceh berlebihan namun fakta di lapangan salah satunya di Kabupaten Aceh Tengah ada sekolah memiliki kepala sekolah satu orang dan guru satu orang dengan status pns, selebihnya non pns hanya guru bakti yang dibayar 3000 perjam dan dibayar upah selama 6 bulan sekali," papar Ramli.

Seharusnya menurut Ramli, sebagai pahlawan pendidikan fenomena ini sangat miris, apa pekerjaan pemerintah kabupaten/kota dan dinas pendidikan, dan pengawas sekolah selama ini. "Dengan upah Rp.120 ribu perbulan pendapatan guru, apakah mungkin bisa mencapai mutu pendidikan yang bagus. Kalau pendapatan guru bakti masih jauh dari UMP," ujarnya lagi .

Menurut data PGRI Aceh, hampir semua daerah bermasalah distribusi guru. Oleh karena itu PGRI Aceh mendesak pemprov Aceh segera menyelesaikan pengangkatan K-2 untuk memenuhi kebutuhan guru secara bertahap dan memperhatikan program SM3T.

Mendesak pemerintah Aceh dan daetah mengeluarkan regulasi untuk menetapkan tunjangan guru non PNS setara UMR daerah bagi guru yang mengajar full time. Serta meminta pemda melaksanakan distribusi guru harus benar benar berpegang teguh pada kebutuhan bukan karena kepentingan politis. (ro)

Rubrik:News