Pengangguran di Aceh 171 Ribu Orang

Banda Aceh - Jumlah penduduk di Aceh yang menjadi pengangguran pada Agustus 2016 seba­nyak 171.000 orang. Ini berarti menurun sekitar 11.000 orang dibandingkan kondisi Februari 2016 yang mencapai 182.000 orang. Se­dangkan dibandingkan Agustus 2015, jumlah pengangguran di Aceh menurun 46.000 orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh pada Agustus 2016 mencapai 7,57 persen, lebih rendah 0,56 persen dari TPT Februari 2016 sebesar 8,13 persen, dan juga lebih rendah 2,36 persen dari TPT Agustus 2015 yang tercatat 9,93 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin, MM menjelaskan, jumlah angkatan kerja di provinsi ini pada Agustus 2016 mencapai 2,258 juta orang, bertambah sekitar 23.000 orang dibanding angkatan kerja pada Februari 2016 seba­nyak 2,235 juta orang dan bertambah sekitar 75.000 orang diban­ding Agustus 2015 sebanyak 2,183 juta orang.

Sementara jumlah penduduk yang bekerja di Aceh pada Agustus 2016 mencapai 2,087 juta orang, bertambah sekitar 34.000 orang dibandingkan dengan keadaan Februari 2016 seba­nyak 2,053 juta orang, dan bertambah sekitar 121.000 orang dibandingkan Agustus 2015 sebanyak 1,966 juta orang.

“Selama periode 2015-2016, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja yang meningkat dapat diserap dengan baik oleh pasar tenaga kerja, sehingga terjadi peningkatan pendu­duk yang bekerja. Sebaliknya, jumlah penduduk yang menganggur menurun. Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2016 lebih rendah dibandingkan Agus­tus 2015,” ujar Wah­yudin kepada wartawan, Senin (7/11).

Disebutkan, jumlah penduduk Aceh yang bekerja di sektor pertanian pada Agustus 2016 sebanyak 735.000 orang, menurun 47.000 orang dibandingkan Agustus 2015 sebanyak 882.000 orang , sedangkan pada Februari 2016 jum­lahnya 738.000 orang.

Keadaan penduduk yang bekerja pada Agustus 2016, menurut lapangan pekerjaan sedikit berbeda dibanding keadaan tahun-tahun sebelumnya. Penduduk yang bekerja di sektor jasa mencapai 1,063 juta orang atau sekitar 50,93 persen. Jumlah tersebut paling besar dibanding sektor industri yang hanya  meningkat 250 orang menjadi 289.000 orang pada Agustus 2016.

Pada Agustus 2016 tercatat 895.000 orang (42,84 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 1,192 juta orang (57,16 persen) bekerja pada kegiatan informal. Situasi ini masih sama seperti periode Agustus 2015, dengan sebagian besar tenaga kerja di Provinsi Aceh bergerak di sektor informal yang tidak memiliki perlindungan memadai.

Tenaga kerja berpendidikan SD ke bawah paling banyak dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu 638.000 orang (30,57 persen), diikuti SMA 561.000 orang (26,89 persen), SMP 422.000 orang (20,20 persen), sarjana 258.000 orang (12,34 persen), diploma 119.000 orang (5,72 persen), dan SMK 89.000 orang (4,28 persen). “Berdasarkan data tersebut, terlihat tenaga kerja di Aceh masih didominasi pendidikan rendah, yaitu SD ke ba­wah,” tandasnya. (Analisa)

Rubrik:News

Komentar

Loading...