Gereja Methodist di Bireuen Diteror Bom

foto:Analisa

Bireuen - Gereja Methodist Indonesia  (GMI) Jemaat Eben Hae­zer di Jalan A Majid Ibrahim, Kota Juang, Bi­reuen diteror bom, Senin (7/11) pagi. Belum diketahui pe­laku atau pihak yang ber­tang­gungjawab atas aksi teror di rumah ibadah ter­sebut.

Temuan benda itu sontak ter­sebar di kalangan ma­syarakat sehingga berkeru­mun di sekitar lokasi. Disusul tibanya puluhan aparat Pol­res Bireuen untuk menga­mankan lokasi dari hal yang tak diinginkan sekaligus me­masang garis polisi.

Menurut informasi, pen­jaga Gereja Methodist me­nge­tahui adanya benda men­curigakan itu diletakkan di depan pintu masuk bangunan berlantai tiga itu sekitar pukul 06.00 WIB. Lalu mela­porkan ke­pada  pihak kepo­lisian setempat.

Pantauan Analisa, pukul 08.15 WIB, sejumlah polisi menutup ruas jalan sekitar gereja yang merupakan ba­ngunan pertokoan. Di lokasi, terlihat Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto, SIK dan Dandim 0111/Bireuen, Letkol Adekson.

Benda yang mirip bom rakitan itu berbentuk bulat panjang (silinder) sebesar botol mineral berukuran se­dang dibalut lakban ku­ning dan dililit dengan kabel. Benda itu diletakkan di depan pintu gereja yang sebe­lum­nya juga dioperasikan se­bagai Taman Kanak-kanak.

Sementara tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda Aceh Kompi Jeulikat, Lhokseumawe tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Se­orang anggota Jibom mema­kai pakain khusus meng­amankan benda tersebut ke dalam mobil tim jibom.

Pasca evakuasi benda yang diduga bom tersebut, polisi membuka kembali ruas jalan sekitar gereja. Lalulintas dan aktifitas dan perdagangan di sekitarnya kembali normal.

Belum Diketahui

Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SH menga­ta­kan perkiraan pelaku me­letakkan benda tersebut menu­rut penjaga gereja sekitar pu­kul 05.00 WIB. Penjaga gereja lalu melaporkan kepada polisi untuk segera ditangani.

“Kalau motif pelaku mela­kukan teror belum diketahui, bisa saja masyarakat mengait­kan dengan masalah yang baru-baru ini mencuat di Ja­karta. Tetapi sebab utama pas­tinya butuh penyeli­dikan,” jelas Heru Novianto.

Tentang apakah benar benda tersebut sebagai bom, akan diuraikan dulu oleh tim Jibom. Nantinya akan disam­paikan kepada masyarakat. Artinya upaya itu kemung­kinan untuk menebar teror yang dapat  me­resahkan.

Sementara itu menurut informasi lain, setelah dilaku­kan identifikasi oleh tim ji­bom, benda yang dilakban dan dililit kabel tersebut hanya berisi batu. Aparat berwenang di Bireuen belum dapat di­konfirmasi tentang kebena­ran informasi tersebut. (Analisa)

Komentar

Loading...