Anggota DPRA Abdurahman Ahmad: Penggunaan Dana Otsus Belum Berjalan Dengan Baik

Abdurahman Ahmad
Abdurahman Ahmad

Banda Aceh -- Pengelolaan Dana Otsus belum berjalan baik sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh. Dana Otsus yang 40 persen pengelolaanya dilakukan oleh kabupaten/kota masih digunakan untuk kepentingan sesaat. Sehingga setelah delapan tahun Aceh menerima dana tersebut, belum ada satupun perubahan signifikan.

Tingkat kemiskinan di Aceh masih memprihatinkan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 859 ribu orang atau 17,11 persen pada September 2015. Bertambah sebanyak delapan ribu orang, dari jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 yaitu sebanyak 851 orang atau 17,08 persen. Begitu juga dengan masalah penggangguran, angkanya terus bertambah. Di segi kesehatan, kasus gizi buruk juga semakin menjadi. Kemudian pertumbuhan ekonomi Aceh juga melambat.

Kondisi tersebut harusnya tak terjadi bila melihat segi penerimaan anggaran untuk Aceh yang terus bertambah, termasuk dana otsus. Alokasinya hingga tahun kelima belas setara dengan 2% (dua persen) plafon Dana Alokasi Umum nasional. Sesuai dengan pasal 183 UUPA, Dana Otonomi Khusus ditujukan untuk membiayai pembangunan terutama pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan.

Guna mengembalikan tujuan itu, DPR Aceh kembali mengkaji pengunaan dana tersebut. Lembaga itu bahkan telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Qanun Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus.

Pansus Dana Otsus Migas ini diketaui langsung oleh Abdurahman Ahmad, Rabu (2/11) mengatakan pansus dibentuk karena banyak temuan-temuan di lapangan. Dana Otsus, kata dia, belum dipakai untuk menstimulus masyarakat agar mandiri. Dana ini pada kenyataannya masih dipakai untuk membiayai pengadaan hal-hal yang kurang bermanfaat untuk keberlanjutan, seperti pembelian mobiler, mobil dinas, hingga pengadaan kulkas.

“Setelah kita melihat, mengevaluasi, dan juga hasil temuan kita di lapangan, juga hasil rapat kerja kita dengan DPRK, ternyata banyak temuan-temuan bahwa penggunaan dana otsus ini tidak sesuai harapan, belum nampak hasil yang signifikan,” kata Abdurahman Ahmad.

Rubrik:News