Pria Ini Penjual Miras Pertama Dicambuk di Banda Aceh

Ilustrasi cambuk Foto:Acehportal.com

@Acehportal
@Acehportal

Banda Aceh, (Acehportal) - Seorang pria yang dimelanggar Pasal 16 ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat (khamar), menjadi penyedia atau penjual minuman keras (miras) pertama di Banda Aceh yang menjalani uqubat cambuk.

Namun, dalam prosesi cambuk yang digelar di halaman Masjid Syuhada, Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (31/5/2016) itu, juga ada empat warga lainnya yang menjalani hukuman cambuk dalam kasus berdeda, yakni maisir (perjudian).

Keempat warga yang dijerat Pasal 18 Qanun Nomor 6 Tahun 2014, tentang hukum jinayat (maisir) itu, masing-masing dicambuk enam kali, setelah dipotong masa tahanan satu kali.

Sementara seorang warga dalam kasus khamar itu, dicambuk sebanyak 38 kali setelah dipotong dua kali masa tahanan. Dan merupakan kasus pertama dicambuk di Banda Aceh sebagai penyedia minum keras.

“Ini kasus pertama penjual minuman keras yang dicambuk di Banda Aceh,” kata Kepala Seksi Penertiban dan Penegakan Peundang-undangan Satpol PP dan WH Banda Aceh, Eventi A Latif.

Walaupun sebelumnya ada juga kasus serupa, tapi dalam proses banding di tingkat jaksa.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi mengatakan, untuk kasus khamar sebagaimana disebutkan dalam Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2016, hukuman bagi penyedia atau penjual minuman keras itu maksimal 60 kali. Tapi itu bisa berubah setelah adanya proses hukum di peradilan.

“Itu tergantung hakim yang menilai, kadang bisa saja divonis  40 atau 20 kali cambuk,” ungkapnya.

Untuk peminum tambahnya,  itu sedikit lebih ringan lagi hukumanya, yakni maksimalnya 40 kali cambuk. (adi)

Komentar

Loading...