Pejabat PU Tamiang Jarang Masuk, Rekanan Bingung

logo ap
logo ap

Aceh Tamiang, (Acehportal) - Sejumlah rekanan (penyedia jasa) yang mendapat pekerjaan proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana (RSS) mengaku bingung dikarenakan pejabat Dinas Pekejaan Umum (PU) Aceh Tamiang yang berkompeten jarang masuk kantor.

Pasalnya, sudah beberapa kontraktor yang sedang mengajukan penarikan uang muka (DP) pekerjaan RSS menjadi tertunda, dikarenakan pejabat terkait tidak berada di kantor.

"Pekerjaan sudah mulai berjalan, dan rumah penerima manfaat sudah dibongkar, namun uang DP pekerjaan belum dapat diajukan proses permintaannya," demikian dikatakan salah seorang kontraktor bernama Idris kepada MedanBisnis, Senin (30/5), di sela-sela mengurus administrasi pekerjaan pembangunan RSS di kantor Dinas PU setempat.

Dikatakannya, untuk urusan pengajuan penarikan uang muka, sudah satu minggu dirinya telah berusaha mencari dan bertemu dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Edy Syahputra, yang juga menjabat sebagai Kabid Cipta Karya.

"Beberapa hari lalu sempat mau bertemu, karena ada rapat saat itu tidak jadi ketemu. Setelah itu langsung menghilang, malahan sekarang tidak masuk kantor," ungkap Idris.

Menurut Idris, perasaan "galau" dan merasa dirugikan karena telah menyita waktu harus menunggu di kantor Dinas PU untuk bertemu dengan pejabat yang dibutuhkan sesuai pelaksanaan pekerjaan. Terlebih lagi proyek RSS yang dikerjakannya sudah berjalan, bahkan rumah warga penerima manfaat telah dihancurkan untuk dilakukan pembangunan yang baru.

Disebutkannya, proyek rumah yang sedang dikerjakannya berada di Kampung Babo Kecamatan Bandar Pusaka, dan Kampung Jamur Rambung Kecamatan Tamiang Hulu. Karena rumah penerima sudah dibongkar, saat ini pemilik rumahnya menumpang di tempat keluarganya.

"Karena rumahnya sudah kita bongkar dan ditargetkan sebelum lebaran Idul Fitri pembangunannya rampung. Tapi kalu begini kondisinya dikwatirkan akan molor," kata Idris.

Ditambahkannya, dengan kondisi pejabat pada PU Aceh Tamiang sering tidak berada di kantor, maka jelas menghambat proses administrasi. "Karena itu jangan salahkan kontraktor jika pekerjaan di lapangan menjadi lamban juga," kata Idris lagi.

Sementara Kepala Dinas PU Aceh Tamiang Irwansyah dan Kabid Cipta Karya Edy Syahputra belum dapat ditemui karena karena tidak berada di kantornya. Namun, Said Muhammad Rizal selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) RSS ketika ditemui di ruang kerjanya, mengakui sekitar 30 paket pembangunan RSS sudah masuk perusahaan serta kontrak kerjanya sudah berjalan sejak pertengahan Mei. Dan sebahagiannya juga sudah mulai bekerja.

"Kalau soal keluhan kontraktor dalam proses administrasi pencairan uang muka proyek, hal itu langsung saja dengan PPK atau kepala dinas," kata Said, seraya menambahkan tidak semua kontraktor pembangunan RSS mengajukan penarikan uang muka, hanya sekitar 20 orang rekanan.(Medanbisnis)

Komentar

Loading...