Nama Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Dicatut, Penipu Raih Rp10 Juta

Ilustrasi Penipuan Investasi. ©2015 Merdeka.com

Ilustrasi Penipuan Investasi. ©2015 Merdeka.com
Ilustrasi Penipuan Investasi. ©2015 Merdeka.com

Aceh Timur, (Acehportal) - Penipuan dengan mencatut nama pejabat di institusi kepolisian kembali terjadi di Polres Aceh Timur. Nama Kasat Narkoba, AKP Ildani Ilyas dicatut oleh penjahat untuk meminta uang pelicin pada keluarga tersangka kasus narkoba.

Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, AKP Ildani Ilyas mengatakan, penipuan ini menimpa Yusniar (38) istri tersangka kasus narkoba yang ditangkap oleh kepolisian, Jumat (28/5) lalu. Tersangka Hafidin suami Yusniar warga Dusun Geulumpang, Desa Kuala Geulumpang, Kecamatan Julok, Aceh Timur kedapatan menyimpan ganja.

Menurut AKP Ildani, setelah berselang dua hari ditangkap Hafidin. Yusniar mendapat telepon dari seseorang yang mengaku Kasat Narkoba Polres Aceh Timur dan meminta uang Rp 10 juta. Uang tersebut berdalih untuk membebaskan tersangka dari jeratan hukum.

"Jadi istri tersangka pun menyanggupinya, sehingga Yusniar mengirim uang sejumlah yang diminta itu," kata AKP Ildani Ilyas, Senin (30/5/2016)).

Istri tersangka, katanya, langsung meminta bantuan pada abang tersangka, Ishak untuk mentransfer uang tersebut ke rekening yang telah diberikan oleh pelaku yaitu 1480-01-000683-53-0 atas nama Suryati.

Setelah mengirim uang tersebut, lanjutnya, Yusniar langsung mendatangi Mapolres Aceh Timur sambil membawa slip transfer tersebut. Setiba di Mapolres, barulah istri tersangka sadar dia menjadi korban penipuan.

"Barulah istri tersangka Hafidin menyadari jika dirinya tertipu," ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman menyebutkan, kejadian pencatutan nama Kasat Narkoba sudah terjadi kedua kalinya yang menimbulkan kerugian keluarga tersangka. Dia menegaskan, tidak ada permintaan apapun dari pihak kepolisian menyangkut suatu perkara.

"Sudah kami tekankan beberapa kali, bahwa pejabat Polres Aceh Timur mulai dari Kapolsek, Kasat, Kabag, Wakapolres sampai dengan Kapolresnya tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apapun, baik berupa uang maupun barang dalam menangani suatu perkara," tegasnya.

Kapolres meminta bila ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Kapolres atau lainnya, masyarakat mengabaikannya. "Abaikan saja, itu penipuan, jika perlu catat nomor handphone-nya dan laporkan kepada kami kalau ada orang yang bertindak demikian," pintanya. (merdeka.com)

Komentar

Loading...