Abrasi Laut, Warga di Tapaktuan Mengungsi

foto : medanbisnis

@medanbisnis
@medanbisnis

Tapaktuan, (Acehportal) - Bencana abrasi laut cukup parah melanda Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, Senin (30/5). abrasi laut tidak sekadar mengikis tanah di sepanjang pantai, tapi sudah mulai menghantam wilayah permukiman akibatnya puluhan rumah penduduk terancam amblas ke dasar laut akibat diterjang ombak pasang.

Kepala Desa Gunung Kerambil Syaripudin mengatakan, dari puluhan rumah yang terancam amblas, sebanyak delapan unit di antaranya tergolong sangat parah terdampak abrasi yang sedang terjadi di musim barat tahun ini.

"Dari delapan rumah tersebut, tiga di antaranya khususnya di bagian dapur telah rusak akibat dihantam ombak pasang, sementara yang lainnya sudah sempat tergenang air laut. Jarak antara rumah penduduk dengan bibir pantai tinggal sekitar satu meter lagi," kata Syaripudin.

Dia menyebutkan, ketiga rumah penduduk yang bagian dapurnya sudah rusak tersebut masing-masing milik Suhaimi, Miswandi dan Faridah. Dia mengatakan, rumah semi permanen yang berdiri di pinggir pantai itu untuk sementara tidak bisa ditempati lagi, karena di samping bagian dapurnya sudah hancur juga ombak laut yang sedang mengganas telah menggenangi seisi rumah.

"Kalau rumah penduduk lainnya hanya sesekali kemasukan air laut, tapi untuk ketiga rumah tersebut tergolong sudah sangat parah karena bagian dapurnya sudah bobol, sehingga air laut sangat leluasa menggenangi seisi rumah," katanya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemilik rumah tersebut telah mengosongkan seluruh isi rumah ke rumah sanak keluarga yang dinilai aman dari terjangan abrasi laut. Tidak hanya itu, seluruh penghuni rumah yang berjumlah tiga kepala keluarga (KK) atau sekitar 15 jiwa tersebut, juga telah memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan mendirikan tenda yang disediakan oleh Pemkab Aceh Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kami telah mendirikan tenda yang diberikan oleh BPBD sebagai tempat tinggal sementara tiga KK atau sebanyak 15 jiwa yang mengungsi tersebut. Para warga ini memilih mengungsi untuk sementara waktu sambil menunggu air laut surut kembali," katanya.

Masyarakat setempat sangat mengharapkan Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh segera membangun tanggul pengaman pantai (break water) sepanjang lebih kurang 500 meter di sepanjang pantai Desa Gunung Kerambil.

"Satu-satunya solusi untuk menanggulangi bencana abrasi laut ini adalah dengan cara dibangun tanggul pengaman pantai. Karena itu, kami meminta kepada pihak pemerintah segera membangun tanggul pengaman pantai," katanya.

Kepala BPBD Aceh Selatan Erwiandi mengatakan, pihaknya telah menurunkan petugas untuk meninjau bencana abrasi tersebut.

Menurutnya, untuk menanggulangi bencana itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air supaya dapat segera dibangun tanggul pengaman pantai dalam tahun ini juga. (medan bisnis)

Komentar

Loading...