Kisah Bocah 5 Tahun yang Disiksa dan Dipaksa Makan Kotoran Sendiri

@Okezone

@Okezone
@Okezone

Klaten, (Acehportal) - Atni Widadti tertawa lepas saat melihat FI, cucunya bermain mobil-mobilan di rumahnya di Klaten, Jawa Tengah. Cucunya itu belum lama ini mengalami penyiksaan dari pria berinisial PO, yang tak lain kekasih ibu kandungnya.

Penyiksaan terhadap FI jelas membuat Atni sedih. Tapi kini rasa sakit hatinya sedikit berkurang, karena sang cucu sudah kembali cerita. Atni mengaku tak bisa melupakan begitu saja perbuatan PO.

Atni sendiri terlibat dalam membebaskan cucunya dari tangan Po. Menurut Atni, sang suami bernama Hadi yang pertama kali menemukan tempat tinggal PO.

"Kebetulan suami saya yang berprofesi sebagai sopir, melihat mobil PO melintas. Di dalam mobil itu ada Wulandari dan cucu saya," ujar Atni mengawali ceritanya saat ditemui okezone, Sabtu (28/5/2016).

Begitu melihat mobil PO, suaminya langsung mengikuti hingga akhirnya mobil itu berhenti di sebuah rumah yang diyakini milik PO. Sore harinya, Atni diajak sang suami ke rumah PO di Kampung Kemit Pepe, Kwaren, Klaten.

Sebelum menuju rumah PO, Atni dan Hadi menemui ketua RT dan RW setempat. Kemudian mereka berempat mendatangi rumah PO. FI dan ibunya ternyata tidak ada di sana. PO pun marah-marah saat mereka datang. Bahkan PO mengancam melapor ke polisi.

Keesokan harinya Atni dan Hadi datang lagi. Dengan harapan, PO tak ada di rumah dan mereka bisa menemukan FI dan ibunya. Namun harapan itu sia-sia karena sesampainya di sana, rumah dalam keadaan kosong.

Hingga akhirnya tanpa diduga, Atni bertemu dengan cucunya yang tengah bermain sendirian di sebuah rumah yang terletak di Klaten Kota.

“Saat itu saya main ke tempat saudara saya di Klaten. Tapi tanpa diduga, ternyata rumah saudara saya itu dekat dengan tempat kos Wulandari. Dan saat itu saya melihat FI tengah bermain sendirian,” ujarnya.

Saat melihat FI, Atni mengaku ragu-ragu. Pasalnya, cucunya itu terlihat linglung dan mondar-mandir di dalam pagar. Setelah yakin yang dilihat adalah cucunya, Atni langsung mendekati, namun Fi malah ketakutan.

Baru setelah diajak bicara pelan-pelan, FI ingat dan langsung mendekap Atni sambil menangis. “Tak hanya kondisi FI saja yang linglung, kondisi Wulandari anak saya pun kurus kering tak terawat. Saya menangis melihat kondisi mereka berdua,” ujarnya.

Saat itu Atni belum mengetahui kalau cucunya disiksa oleh PO. Hal itu terbongkar, saat FI meminta makanan. Atni lantas memberi nasi goreng. Dia terkejut melihat FI makan begitu lahap sampai tambah, padahal porsi yang diberi cukup banyak.

Selesai makan, FI mengeluh sakit perut. Atni lalu membuka baju cucunya dan ia terkejut bukan kepalang mendapati banyak luka di tubuh FI. Dari situlah terbongkar kalau FI sering disiksa bahkan dipaksa makan kotoran dan air seninya sendiri oleh PO.

Mendengar pengakuan sang cucu, kemarahan Atni meledak. Atni memilih melaporkan kasus itu ke polisi, setelah mendengarkan nasihat adik iparnya. Atni pun sangat bersyukur saat mengetahui PO bisa ditangkap.

Fakta lain terungkap, PO ternyata tidak hanya menyiksa FI tapi juga memaksa ibu FI untuk berhubungan badan. Pengakuan ibu FI, dia sudah empat kali dipaksa berhubungan badan dengan PO.

"Bila enggak mau melayani, PO mengancam putri saya, kalau FI akan disuruh tidur di luar rumah. Jadi mau tak mau, anak saya terpaksa melayani si PO itu," terangnya.

Atni berharap PO dihukum seberat-beratnya, karena telah membuat cucunya trauma. "Saat diperiksa polisi, FI menjerit keras dan lari ketakutan. Waktu melihat mobil PO di kantor polisi, FI berkeringat dingin ketakutan," pungkasnya. (okezone)

Komentar

Loading...