KIP Upayakan TPS Ramah Penyandang Disabilitas

foto: Antara

foto: Antara
foto: Antara

Banda Aceh (Acehportal) - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh berupaya agar tempat pemungutan suara (TPS) pilkada di Provinsi Aceh pada tahun 2017 ramah terhadap penyandang disabilitas.

"Kami tidak menjamin, tetapi berupaya agar di setiap TPS pada pilkada tahun depan ramah disabilitas," kata Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi di Banda Aceh, Jumat.

Ramah, kata dia, bagaimana tempat pemungutan suara tersebut bisa diakses oleh setiap penyandang disabilitas, baik tunanetra, tunarungu, pengguna kursi roda atau lainnya.

Menurut Ridwan Hadi, akses bagi penyandang disabilitas ke setiap TPS merupakan amanah undang-undang. Sebab, penyandang disabilitas juga memiliki hak politik untuk memilih.

Menyangkut berapa jumlah pemilih yang menyandang disabilitas, Ridwan Hadi mengatakan pihaknya belum mengetahuinya. Jumlah tersebut baru akan diketahui setelah pemutakhiran data pemilih.

"Kami berharap masyarakat memberikan data apakah ada di antara keluarga mereka ada penyandang disabilitas yang cukup umum untuk memilih. Datakan mereka, sehingga mereka bisa menggunakan hak pilihnya," kata dia.

Ridwan Hadi mengatakan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada mendatang dibuat di lebih dari 10 ribu tempat. Dan diharapkan di semua TPS memperhatikan akses dan kebutuhan bagi penyandang disabilitas.

Terkait masalah ini, kata dia, KIP Aceh akan mengomunikasikannya dengan panitia pemungutan suara yang akan direkrut nantinya agar mereka memperhatikan kebutuhan disabilitas di setiap TPS.

Selain itu, Ridwan Hadi juga mengajak media massa mengampanyekan agar setiap TPS ramah disabilitas. Media massa diyakini mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

"Suara penyandang disabilitas sama dengan suara pemilih normal lainnya. Karena itu, berikan kepada mereka yang menyandang disabilitas, sehingga mereka tidak merasa diskriminasi," kata dia

Tentunya, dengan ramahnya TPS terhadap penyandang disabilitas, maka mereka tentu berpartisipasi pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Dan ini tentu diharapkan oleh KIP sebagai penyelenggara pilkada.

"Semakin banyak partisipasi pemilih menyalurkan hak politiknya, maka pelaksanaan pilkada tersebut bisa dikatakan berhasil," ungkap Ridwan Hadi menyebutkan.(Antara)

Komentar

Loading...