Bawang Merah dan Cabai Merah Melonjak

AnalisaSembako

Sembako @Analisa
Sembako @Analisa

Meulaboh, (Acehportal) - Akibat berkurangnya pasokan bawang merah dan cabai merah menjelang bulan suci Ramadan 1437 H, harganya di Kabupaten Aceh Barat harganya melonjak hingga 40 persen dibandingkan sebelumnya. Untuk menghempang kembali terjadinya lonjakan harga kedua bahan kebutuhan dapur itu, di­nas perdagangan setempat melakukan pe­ngawasan lebih ketat di pasar dan distributor.

Berdasarkan data di Dinas Perdagangan Aceh Barat, cabai merah yang merupakan pasokan dari Sumatera Utara itu dijual pedagang Rp 40.000/kg dari sebelumnya Rp 30.000/kg atau mengalami kenaikan Rp10 ribu/kg. Sedangkan bawang merah yang semula Rp 36.000/kg melonjak menjadi Rp45.000/kg. Kenaikan harga juga dialami tomat dari Rp8.000 naik menjadi Rp10.000/kg.

Bahan kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan, seperti bawang putih dari Rp32.000 menjadi Rp36.000/kg, kentang dari Rp 90.00 menjadi Rp10.000/kg, kubis dari Rp16.000 menjadi Rp18.000/kg, beras mutu baik dari Rp11.000 menjadi Rp12.000/kg, dan gula pasir dari Rp15.000 menjadi Rp16.000/kg.

Harjuna (27), pedagang di Pasar Bina Usaha (PBU) Meulaboh, Kamis (26/5) ke­pada Analisa mengaku, naiknya harga cabai merah dan bawang merah disebabkan harus dipasok dari Sumut karena produksi lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan pasar. “Harga sembako diperkirakan akan terus naik hingga bulan puasa Ramadan nanti, karena kebutuhan pasar meningkat tajam,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Aceh Barat, Drs Adami Umar M.Pd di ruang kerjanya kemarin mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mela­kukan pengawasan di pasar dan distributor, karena diduga ada upaya pemainan distributor untuk menaikkan harga bahan kebutuhan pokok.

Dikatakan, pemerintah daerah telah melakukan upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, antara lain dengan meng­gelar operasi pasar pada enam wilayah keca­matan di Aceh Barat, Diharapkan de­ngan pengawasan yang dilakukan, harga ba­han kebutuhan pokok tidak naik secara drastis.

“Jika kita melakukan operasi pasar, tentunya masyarakat akan tertolong secara langsung. Jadi, upaya ini akan terus kita lakukan. Mudah-mudahan memasuki bulan puasa Ramadan 1437 H, harga bahan-bahan kebutuhan pokok bisa stabil,” ucapnya.

Khusus untuk persediaan daging meu­gang, dua hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan, kita akan duduk bersama unsur pimpinan daerah guna membahas dan me­netapkan harga daging meugang. “Ketika sudah ditentukan harga tertinggi oleh bupati, diharapkan jangan ada lagi pedagang menjual daging lebih mahal,” tandas Adami. (Analisa)

Komentar

Loading...