Pembangunan 150 Unit Rumah Nelayan Dipertanyakan

ilustrasi rumah nelayan@int

ilustrasi rumah nelayan@int
ilustrasi rumah nelayan@int

Tapaktuan, (Acehportal) - LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan Ali Zamzami mempertanyakan realisasi pembangunan 150 unit rumah nelayan di tiga lokasi terpisah dalam Kabupaten Aceh Selatan, masing-masing di Desa Padang Bakau Kecamatan Labuhanhaji, Dusun Suak Bugeh Desa Jambo Manyang Kecamatan Kluet Utara, serta Desa Keude Trumon Kecamatan Trumon.

Soalnya proyek yang didanai APBN 2015 tersebut sejak tahap pekerjaan sampai penyaluran terkesan tertutup.

"Salah satu contoh pembangunan di Desa Padang Bakau, saat proses pekerjaan proyek di lokasi tidak nampak dipasang papan proyek sehingga masyarakat tidak mengetahui nama perusahaan, jumlah anggaran serta tenggat waktu terakhir masa pekerjaan," ungkap Ali kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (26/5).

Dia menegaskan, realisasi proyek tersebut dinilai janggal dan banyak kekurangan, namun pihaknya belum berani menyimpulkan proyek tersebut telah terjadi penyimpangan. Sebab, di samping tidak diketahui jumlah anggarannya tidak diketahui pula tipe rumah serta apa saja item pekerjaan sesuai rencangan anggaran biaya (RAB) yang tertuang dalam kontrak kerja.

Beberapa item pekerjaan yang dinilai masih ada kekurangan seperti meteran listrik dan bola lampu banyak yang belum dipasang, mesin air juga belum dipasang. Selain itu sekeliling pekarangan rumah belum ditimbun sehingga lokasi perumahan yang merupakan bekas sawah tersebut masih terlihat semak-belukar dan berlumpur.

"Informasi kami terima dari Kepala Desa Padang Bakau, rumah sebanyak 50 unit tersebut telah dilakukan serahterima antara kontraktor dengan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh Selatan. Artinya pekerjaan proyek tersebut telah tuntas meskipun kenyataannya di lapangan masih ada kekurangan," ungkap Ali.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh Selatan Bahrum yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Cipta Karya Dasatri Radhli menjelaskan, 150 unit rumah nelayan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang didanai APBN 2015.

"Mulai tahap pelelangan sampai pekerjaan dan pengawasan di lapangan, seluruhnya ditangani pihak Kementerian PUPR, sementara kami sama sekali tidak dilibatkan dalam proyek tersebut, kecuali sebatas koordinasi dan penunjukan lokasi saat awal proses pekerjaan. Demikian juga saat dilakukan PHO tanda pekerjaan sudah selesai, juga tidak dilibatkan," jelas Dasatri.

Tidak hanya itu, sambung Dasatri, saat awal pekerjaan, pihaknya juga telah pernah meminta pertinggal kontrak kerja, untuk mengetahui nama perusahaan yang mengerjakan dan mengawasi proyek tersebut, termasuk jumlah anggaran per unit. Namun permintaan itu tidak diindahkan oleh pihak kementerian.

Dasatri mengaku pula, setelah pekerjaan selesai baru-baru ini, pihaknya menerima perintah dari kementerian supaya segera mendata para nelayan calon penerima, supaya rumah tersebut bisa segera disalurkan.

"Tim verifikasi dan validasi data yang telah dibentuk Pemkab Aceh Selatan yang melibatkan pejabat lintas SKPK, akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan peruntukan rumah bantuan benar-benar tepat sasaran," tegasnya.

Sementara itu subkontraktor pelaksana pekerjaan rumah di Desa Padang Bakau, bernama Zulfadin, menerangkan dari 50 unit rumah yang telah selesai dibangun seluruhnya tipe 36. Namun dia mengaku tidak mengetahui berapa jumlah anggaran per unit rumah tersebut.

"Kontraktor proyek tersebut bernama Muzakir asal Banda Aceh, hanya menyerahkan gambar kepada kami, sedangkan RAB-nya tidak. Tapi dia tetap turun langsung ke lapangan untuk mengawasi pekerjaan," jelasnya.

Sedangkan terkait meteran listrik dan bola lampu, serta mesin air, dijelaskannya, memang sengaja belum dipasang karena khawatir dicuri.

Selain item pekerjaan tersebut, kata Zulfadin, tidak ada lagi yang belum selesai mereka kerjakan, sebab itu semua yang tertera dalam gambar. Sementara penimbunan perkarangan dan pembangunan pagar tidak termasuk dalam bagian dari pekerjaan mereka. (MedanBisnis)

Komentar

Loading...