Jasad Korban EgyptAir MS804 Tak Utuh dan Berukuran Kecil-kecil

Puing pesawat EgyptAir MS804 (Egyptian Military/Handout via Reuters TV)

Puing pesawat EgyptAir MS804 (Egyptian Military/Handout via Reuters TV)
Puing pesawat EgyptAir MS804 (Egyptian Military/Handout via Reuters TV)

Kairo, (Acehportal) - Jasad korban jatuhnya pesawat EgyptAir MS804 ditemukan di Laut Mediterania dalam kondisi tidak utuh. Otoritas Mesir menyebut, ukuran potongan tubuh korban paling besar hanya berukuran telapak tangan manusia.

Disampaikan seorang pejabat forensik Mesir, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/5/2016), sedikitnya ada 23 kantong jenazah yang telah dikumpulkan dari Laut Mediterania, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya MS804. Pengumpulan itu berlangsung sejak Minggu (22/5) waktu setempat.

Kantong-kantong jenazah itu berisi potongan tubuh korban, yang beberapa ukurannya tergolong sangat kecil. "Ukuran terbesar hanya sebesar telapak tangan," sebut pejabat forensik yang enggan disebut namanya itu.

Berdasarkan ukuran potongan tubuh korban yang telah ditemukan ini, pejabat forensik itu menduga adanya ledakan di dalam pesawat. Meskipun belum terdeteksi adanya bekas peledak dari puing-puing pesawat yang ditemukan. Memberikan penegasan, Kepala Otoritas Forensik Mesir, Hisham Abdelhamid, menyebut dugaan adanya ledakan di pesawat itu hanya sekadar asumsi belaka. Abdelhamid menyatakan, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan.

Sedikitnya dua sumber yang memahami langsung penyelidikan menyebutkan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 66 penumpang dan awak itu ke Laut Mediterania.

"Semua yang kita tahu, pesawat menghilang tiba-tiba tanpa memberikan sinyal darurat," sebut salah satu sumber itu.

Sumber itu menambahkan, hanya dengan menganalisis kotak hitam atau sejumlah besar puing pesawat, baru bisa didapat gambaran yang lebih jelas soal apa yang sebenarnya terjadi pada Kamis (19/5) pagi lalu.

Komisi Investigasi Mesir menambahkan, sejauh ini sudah ada 18 puing pesawat yang berhasil ditemukan dari Laut Mediterania. Operasi pencarian puing dan jasad korban serta kotak hitam pesawat jenis Airbus A320 itu dilakukan otoritas Mesir dengan dibantu pesawat Prancis dan Yunani.

Sementara itu, penyidik berusaha mencari petunjuk dari puing dan bagian tubuh korban yang telah ditemukan. Proses identifikasi jasad korban dimulai setelah keluarga korban memberikan sampel DNA mereka di Kairo, Mesir pada Selasa (24/5) waktu setempat.(detik)

Komentar

Loading...