BKSDA Musnakan Tiga Harimau yang Diawetkan

tiga harimau dimsunakan@acehportal.com

tiga harimau dimsunakan@acehportal.com
tiga harimau dimsunakan@acehportal.com

Banda Aceh, (Acehportal) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Dinas Kehutanan Aceh memusnahkan 10 satwa liar langka dan dilindungi yang telah diawetkan dengan cara dibakar di halaman kantor Dinas Kehutanan setempat, Senin (23/05/2016) di Banda Aceh.

Dalam pemusnahan tiga harimau serta bagian-bagiannya (Opsetan) dengan cara dibakar dilakukan oleh Kepala BKSDA Aceh Genman Hasibuan, Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaun, Direskrimsus Polda Aceh Zulkifli, Kepala Dinas Perkebunan Aceh, Kepala Meseum Aceh, serta Kejati Aceh.

Dari sepuluh satwa liar yang dimusnakan, yakni tiga harimau, dua ekor macan dahan kulit, selembar kulit kucing hutan, selembar kulit beruang madu, selembar kulit harimau, dan dua gading gajah.

“Satwa awetan yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti penegakan hukum yang selama ini disimpan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh,”ujar Kepala BKSDA Aceh Genman Hasibuan.

Dikatakannya, satwa liar yang disita itu dari berbagai operasi mencapai 31 buah yang terdiri dari opset satwa liar dan bagian-bagiannya seperti harimau, kambing hutan, kucing hutan dan gading gajah, dan barang bukti hasil sitaan sepanjang tahun 2012-2015.

Dari jumlah itu, kata Genman, sebanyak 21 barang bukti dinilai masih dalam kondisi baik dan akan dititipkan pada Museum sebagai bahan penelitian dan pendidikan konservasi di Aceh. Sementara 10 buah lainnya harus dimusnahkan karena sudah mengalami kerusakan.

“Ini kasus dari 2012-2015, kalau 2016 masih diproses, dan paling banyak pada tahun 2014. barang bukti ini hasil operasi kita dan hasil tangkap tangan dan orangnya sudah diproses hukum, dan ada juga yang barang temuan, misalnya dari gajah liar yang mati,”ujarnya.

Genman merincikan, barang bukti yang dititipkan pada museum Aceh antara lain harimau 1 buah, tulang rahang gajah satu buah, kucing emas satu buah, dan gading gajah tiga buah.

Selanjutnya barang bukti yang dititipkan pada Museum dinas kehutanan Aceh antara lain harimau dua buah, tulang belulang harimau satu paket, tengkorak kepala harimau satu buah, kepala kijang satu buah, kepala kambing sumatera satu buah, beruang madu satu buah, macan dahan satu buah, kucing emas satu buah dan gading gajah empat buah.

Ia juga mengatakan, pemusnahan opset satwa liar itu juga menjadi momentum pemerintah dalam penegakan hukum pemberantasan jual beli satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati.

“Pemerintah tidak ada mentolerir setiap pelanggaran hukum dibidang kehutanan, terutama dalam bidang jual beli satwa liar,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaun mengatakan, pemusnahan satwa yang diawetkan itu dilakukan dalam rangka Hari Keanekaragaman Hayati yang diperingati setiap 22 Mei.

"Satwa awetan dan bagian lainnya yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti penegakan hukum yang selama ini disimpan BKSDA Aceh,"jelasnya.

Ia menyatakan, satwa awetan yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Sedangkan yang masih layak disumbangkan untuk penelitian dan koleksi museum.

Terkait dengan penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa liar ini, Direskrimsus Polda Aceh Kombes Zulkifli menyebutkan, pada tahun 2014 pihaknya menangani 8 kasus dengan 20 tersangka, dan 2015 sebanyak 3 kasus dengan 8 orang tersangka.

Sementara pada tahun 2016 ini baru satu kasus di Polres Bireun dengan dua orang tersangka, beserta barang bukti dua buah kulit harimau dan sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Bireun.(raja)

Komentar

Loading...