Gubernur Terima Buku “Kemilau Warisan Budaya Aceh”

IMG_20160520_222646

IMG_20160520_222646Banda Aceh, (Acehportal) - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menerima buku monumental berjudul "Kemilau Warisan Budaya Aceh" karya Budayawan Aceh, H. Harun Keuchik Leumiek yang juga Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

Buku monumental tersebut langsung diserahkan penulisnya, Harun Keuchik Leumiek kepada gubernur, Jum'at (20/05/2016) malam di Ruang Rapat Meuligoe Gubernur Aceh.

Turut hadir mendampingi Gubernur Zaini, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian, Kepala Dinas Pendidikan Aceh diwakili Kabid Program Muslem Yacob dan Budayawan Aceh, Nurdin AR yang juga mantan Kepala Museum Aceh.

Sementara dari PWI hadir Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, A. Dahlan TH, Penasihat Bustamam Aly, serta jajaran pengurus PWI Aceh lainnya.

Buku ini berisikan warisan dari nenek moyang yang harus dijaga dan dipelihara agar jangan sampai hilang karena buku ini adalah cerminan identitas masyarakat Aceh yang perlu diketahui oleh para generasi-generasi penerus masyarakat aceh, buku ini juga berisikan tentang informasi budaya dan peninggalan Aceh baik itu, perhiasan, kain, budaya maupun benda bersejarah lainnya pada akhir abad 16 hingga abad 17 yang telah berumur sampai 300 tahun.

Buku yang dicetak luks setebal 381 halaman itu memaparkan keberadaan perhiasan dan benda-benda seni kerajinan tradisional Aceh sebanyak 250 jenis yang kini sudah tergolong langka. Benda-benda seni tersebut sekaligus menjadi koleksi museum pribadi Harun Keuchik Leumiek yang juga dikenal sebagai pengusaha toko emas, permata dan souvenir di Kota Banda Aceh.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan, buku yang dicetak dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris seperti ini sangat penting agar warisan budaya Aceh terus menjadi ingatan kolektif masyarakat internasional sepanjang masa.

Menurutnya, semua peninggalan benda-benda itu adalah bukti sejarah dari kejayaan peradaban Aceh yang tak dapat dinafikan, bahwa Aceh memiliki khazanah kekayaan warisan budaya yang tinggi.

"Saya sangat menghargai dan mengapresiasi tinggi inisiatif Saudara H. Harun Keuchik Leumiek yang telak mengoleksi hampir semua jenis benda budaya peninggalan sejarah Aceh yang tak ternilai harganya. Baik koleksi jenis perhiasan, mata uang kuno derham emas maupun koleksi jenis persenjataan Aceh masa lampau seperti rencong dan siwah serta koleksi-koleksi aksesoris masa lampau Aceh lainnya seperti kain tenun sutra yang telah berusia ratusan tahun," ujar Zaini.

Sementara Harun Keuchik Leumiek mengatakan, Buku ini sangat bermanfaat bagi banyak pihak. Selain publik memiliki referensi juga memberi informasi yang lengkap kepada generasi muda Indonesia, tentang adanya kasanah budaya dari satu daerah di Tanah Air.

Editor buku ini, Drs. Nabhani AS mengutarakan, tentang penyusunan buku yang cukup lama, karena isinya ingin disajikan selengkap mungkin. Ketekunan H. Harun patut dihargai, sebab beliau mendalami dengan cermat koleksi mulai dari senjata hingga kain khas serta perhiasan lainnya.

“Dua tahun, disusun dan diolah, sehingga hari ini, barulah dapat diluncurkan. Saya berharap, buku ini makin dapat melengkapi koleksi terkait senjata, kain dan asesoris lainnya,” ujar Harun

“Melalui buku ini, banyak pihak dapat mengamati dan memperoleh informasi, tentang begitu kaya koleksi adat dan budaya Aceh, yang tetap patut dilestarikan,” jelas Harun yang juga Kepala Kantor Perwakilan Harian Analisa di Aceh ini.

Koleksi ini bagian dari yang dipajangkan H.Harun di museum pribadinya di Banda Aceh, yang selalu mendapat kunjungan berbagai lapisan warga dan wisatawan domestik serta mancanegara, terma­suk para duta besar negara sahabat.(adi)

Komentar

Loading...