Tiga Bangunan di Gampong Air Pinang Roboh Ditimpa Pohon

ilustrasi pohon tumbang@acehportal.com

ilustrasi pohon tumbang@acehportal.com
ilustrasi pohon tumbang@acehportal.com

Tapaktuan, (Acehportal) - Sedikitnya tiga unit bangunan peme­rintah dan aset desa Gam­pong (desa) Air Pinang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Se­latan dilaporkan roboh, Senin (16/5), setelah ditimpa pohon besar berusia lebih dari 100 tahun.

Kejadian itu mengejutkan warga di sekitar lokasi jalan raya Medan-Tapaktuan, karena terdengar dentuman keras dan hem­pasan pohon kayu yang patah. Terjangan ranting yang patah juga menimbulkan bu­nyi gemuruh dan posisinya berserakan hingga menutupi separuh jalan nasional itu.

Pemantauan Analisa, Selasa (17/5), di lokasi masih terben­tang pohon kayu hingga pihak kepolisian membentangkan garis polisi untuk memperlancar arus lalu lintas.

Pj. Keuchik (kepala desa) Air Pinang, Drs. Suhaimi kepada Analisa di Tapaktuan, Selasa (17/5), mengatakan, kerugian material atas kerusakan bangunan yang roboh, antara lain satu unit Pustu Gampong Air Pinang, halte dan pasar desa dengan nilai mencapai ratsuan juta rupiah.

“Sudah kami laporkan ke kecamatan untuk ditangani hingga bangunan itu da­pat difungsikan lagi,” katanya.

Menurut Suhaimi, pembersihan lokasi sudah dilakukan ber­sama masyarakat dan BPBD Aceh Selatan, berupa peminda­han batang kayu dan pemotongan ranting kayu agar tidak meng­ganggu arus lalu lintas.

Dia tidak mengetahui penyebab patahnya kayu besar itu, kecuali mengatakan sudah berusia tua dan pada saat ke­jadian cuaca di kawasan itu normal.

Pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan sudah mendapat la­poran tentang kerusakan pustu tersebut, namun sejauh ini belum memberikan respons penanganannya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Nyak Mansur yang dikonfirmasi Ana­lisa di Tapaktuan, kemarin, via telepon, tidak memberikan jawaban kendati telepon selulernya dalam kondisi aktif.

Masyarakat Air Pinang memfungsikan pasar gampong yang dibiayai dari dana alokasi gampong (dana desa/ADG-ADD) tahun anggaran 2015. Namun belum lama dioperasikan, ba­n gu­nan itu roboh ditimpa pohon “kapo-kapo” yang berdiameter 400 cm.

Karena usinya sudah sangat tua lebih dari 100 tahun, ba­tangnya sudah lapuk dan kosong di tengah batangnya. Ada pula dipicu oleh terbakarnya pada bagian akar pohon, kata salah se­orang warga seetmpat.(Analisa)

Komentar

Loading...