Paman cabuli dua keponakan di Mesuji

Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com
Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com

Lampung, (Acehportal) - Kepolisian Polsek Way Serdang, Mesuji, Provinsi Lampung menangkap Sukamdi (47), warga Desa Bukoposo RK 7 RT 5 Kecamatan Way Serdang, Mesuji diduga pelaku pencabulan terhadap dua anak di bawah umur masih keponakannya sendiri.

Kapolsek Way Serdang Iptu Basri mengatakan pelaku sudah diamankan di Polsek Way Serdang setelah pihaknya mendapatkan laporan dari keluarga korban.

"Pelaku diketahui merupakan paman kedua korban yang masih berusia sembilan tahun, yaitu An (9) dan Sa (9)," ujar Basri kepada Antara, Rabu (18/5).

Menurut informasi, keduanya bocah itu dicabuli di kebun rumah pelaku dan di atas sepeda motor. Perbuatan itu dilakukan beberapa kali oleh pelaku diketahui sudah memiliki dua cucu ini.

Sukamdi sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan mengaku khilaf akibat terlalu sering menonton video porno. Pelaku juga mantan ketua RT ini mengaku selalu memberikan uang kepada kedua korban usai mencabuli mereka.

"Sebelumnya pada 16 Mei 2016, sekitar pukul 20.00 WIB, kami menerima laporan keluarga korban telah terjadi tindak kejahatan pencabulan," terangnya.

Modus pelaku dengan memanggil kedua korban mengiming-imingi memberikan jajanan. Setelah itu kedua korban diajak ke tempat sepi di area rumahnya untuk menjalankan aksi cabulnya.

Perbuatan pelaku terungkap saat orang tua kedua korban melihat perubahan menimpa mereka, yakni sering mengeluh kesakitan saat hendak buang air kecil. Kedua korban pun mengaku telah dicabuli pelaku.

SP (40) orang tua korban membeberkan, berdasarkan pengakuan anaknya telah dicabuli sejak tanggal 5 Mei 2016 di kebun singkong. Kemudian kejadian kedua di tempat sama areal kebun singkong warga pada 12 Mei 2016, dan terakhir di rumah pelaku sendiri pada 15 Mei lalu.

Tak terima atas perlakuan pelaku itu, orang tua kedua korban melaporkan kasus menimpa anaknya ke Polsek Way Serdang.

Anggota Polsek Way Serdang kemudian melakukan penangkapan di rumah pelaku pada Selasa (17/5/) sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.(Merdeka.com)

Komentar

Loading...