Mahasiswa Kecam Tindakan PLN yang Mematikan Lampu Saat Umat Muslim Beribadah

foto: antara

foto: antara
foto: antara

Meulaboh (Acehportal) - Puluhan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor PT PLN (persero) Area Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mendesak agar dihentikan pemadaman listrik karena sudah sangat menyengsarakan masyarakat.

"Masyarakat sudah capek mendengar alasan dari PLN, nyatanya listrik setiap hari hidup mati. PLN bukan mencari solusi tapi terus mencari alasan berkilah dari kesalahan yang dilakukan," kata Deni Setiawan dalam aksi damai di depan kantor utama PT PLN Area Meulaboh, Rabu.

Dalam aksi dikawal pihak kepolisian Resort Aceh Barat itu, mahasiswa mengusung poster serta menyerahkan bingkisan kado istimewa kepada managerial PT PLN sebagai bentuk sindirian atas ketidak mampuan pimpinan mereka mencari solusi.

Mahasiswa yang mengenakan almamater Universitas Teuku Umar (UTU) ini mengecam tindakan dari pihak PT PLN yang tidak melihat waktu jadwal pemadaman, malahan disaat jam-jam sakral bagi umat muslim melaksanakan ibadah.

Mahasiswa juga mendesak managerial PLN memberikan suatu kepastikan saat malam bulan puasa Ramadhan tidak dilakukan pemadaman listrik, sebab bila hal itu tetap terjadi maka mahasiswa mengancam akan mambakar perusahaan negara itu.

"Kita hari ini mendengar bersama pernyataan manager, katanya hari ini sudah akan berfungsi alat baru, ini kita pegang. Bila nanti kedepan apalagi sampai bulan puasa masih ada pemadaman, maka kita akan datang kesini membakar kantor PLN," teriak orator lain berbaju almamater warna merah.

Sementara itu Manager PT PLN Area Meulaboh Saslizar saat menyambut kedatangan mahasiswa itu menyampaikan, bahwa kondisi tersebut bukan hanya dirasakan oleh pelangan wilayah kerjanya, tetapi juga berimbas kepada 23 kabupaten/kota di Aceh.

"Bukan hanya kita, tapi seluruh Aceh 23 kabupaten/kota juga ikut padam, untuk diketahui pemadaman ini tidak ada yang menghendaki, akan tetapi karena Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, sumbernya dari Sumbagut," jelasnya.

Pada aksi tersebut mahasiswa menyerahkan satu bingkisan kado berisikan koin hasil dari pengalangan dana yang dikumpulkan oleh mahasiswa selama pemadaman listrik berlangsung di Aceh Barat dan sekitaranya.

Kemudian kado kedua yang diberikan langsung kepada Manager Area Saslizar adalah berisikan "celana dalam", mahasiswa mengisyaratkan itu sebagai bentuk kekesalan karena tidak ada solusi untuk memperbaiki kondisi masalah listrik dialami masyarakat.

"Itu adalah sebagai bentuk bahwa PLN tidak merasa malu dan merasa bersalah atas apa yang terjadi. Masyarakat banyak megeluh atas kerugian selama ini, kami menuntut PLN menjamin tidak ada lagi pemadaman listrik," kata koordinator aksi Mustafiq.(Antara)

Komentar

Loading...