Kobar GB Minta Disdik Aceh Singkil Perjuangkan Hak Guru di Daerah Terpencil

Kobar GB datangi kantor Disdik@Analisa

Kobar GB datangi kantor Disdik@Acehportal.com
Kobar GB datangi kantor Disdik@Analisa

Singkil, (Acehportal) - Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB), Selasa (17/5), men­datangi Dinas Pendidikan Aceh Singkil, meminta peme­rintah kabupaten melalui kepala dinas pendidikan setempat agar serius memperjuangkan nasib mereka kepada pemerintah pusat.

Pasalnya, walaupun bertugas sebagai guru di daerah ter­pen­cil Pulau Banyak, namun mereka tidak mendapat tunja­ngandaerah terpencil sebagaimana mestinya, kata Ketua Kobar GB, M. Najur.

Dia menuding Kepala Dinas Pedidikan Aceh Singkil, Yusfit Helmi tidak becus mengurus kepentingan guru di ka­bupaten ini dan meminta agar Yusfit segera mudur.

Selain itu, masih adanya ke­ku­rangn pembayaran tunjangan sertifikasi guru tahun 2014 untuk 500 orang guru dengan total dana sebesar Rp800 juta belum dibayarkan.

Untuk itu, mereka meminta se­gera dibayarkan dan keter­lam­­­batan pembayaran sertifikasi guru itu dinilai sebagai per­buatan pidana dan meminta Kejati Aceh melakukan pemerik­saan terhadap oknum pejabat di dinas itu,

Ketua Kobar GB Pulau Banyak, Yusril juga menyoroti tin­dakan pihak dinas pendidikan yang memin­dahkan Najur menjadi staf di Setcam Pulau Banyak Barat, karena aksi­nya se­lalu memperjuangkan nasib guru di daerah ini.

Pindahkan Kembali

Sementara Najur meminta kepala dinas pendidikan memin­dah­kan­nya kembali sebagai guru karena me­mang dia pendidik bukan pe­jabat struktural.

Situasi sempat memanas ketika Na­jur memaksa masuk ke dalam kan­­tor dinas pendidikan untuk me­ma­sang poster protes mereka, namun dicegah oleh aparat yang me­nga­wal aksi demo.

Kepal DinasPendidikanYusfit yang diminta keluar sempat mem­be­rikan jawaban bahwa masalah da­e­rah terpencil atau ti­dak terpencil bukan kewenangan pihaknya. Begitu juga dengan memindah­kan tenaga pendidik, menurutnya itu kewenangan BKPP.

Mendapat jawaban itu, serta merta mendapat protes dari Na­jur yang menilai Yusfit hanya beretorika sehingga dinilai tidak menyentuh persoalan sebenarnya untuk kepenti­ngan guru di kabupaten itu. Dia meminta guru ditempatkan pada por­sinya dan jangan ada intimidasi sehingga proses pendidikan di wila­yah ini berja­lan dengan baik.

Sekdakab Aceh Singkil, Drs Az­mi yang men­­datangi pen­demo me­nyebutkan, akan menyelesaikan per­soalan ini dengan instansi terkait termasuk masalah pe­mindahan Najur sebagai staf kantor camat akan dite­liti kembali.

Dia berharap para guru kembali ke sekolah melaksanakan tugas se­ba­­gaimana mestinya, menunggu upaya penanganan yang dilakukan pi­haknya. Setelah bertemu Sekda­kab para guru membubarkan diri dengan tertib.(Analisa)

Komentar

Loading...