Banjir Landa Abdya, Petani Merugi

@analisadaily

@analisadaily
@analisadaily

Blangpidie, (Acehportal) -  Banjir luapan yang melanda sebagian besar Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu-Minggu (14-15/5), lebih dari 800 hektare padi menjelang panen terendam banjir bercampur lumpur sehingga merugikan petani.

Berdasarkan pantauan wartawan di sejumlah pesawahan, seperti di Kecamatan Tangan-Tangan, Setia, dan Blangpidie, Senin (16/5), terlihat petani sibuk memindahkan padi yang terendam banjir bercampur lumpur. “Padi yang semula dalam kondisi kering dengan kualitas bagus kini menjadi padi basah dan berlumpur,” ujar Nuraini, penduduk Alue Dama, Setia, saat menjemur padi miliknya di pinggir jalan.

Dikatakan, umumnya padi yang baru dipotong itu telah terendam selama dua hari. Tidak sedikit juga padi yang hanyut. Begitu juga padi yang dipanen, banyak yang tumbang dan rusak.

“Banjir ini sama dengan banjir yang melanda Abdya tahun lalu. Persis saat petani sedang panen, banjir luapan melanda selama dua hari yang mengakibatkan padi dan gabah rusak,” katanya.

Petani Kecamatan Tangan-Tangan, Mukhsin, mengutarakan hal serupa. Padi miliknya dan puluhan petani lainnya terendam banjir bercampur lumpur.

“Yang bisa kami lakukan saat ini adalah memilih gabah yang basah dan bercampur lumpur itu. Kemudian menjemurnya dengan harapan kualitasnya tetap,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistannak) Abdya, Maswadi menyebutkan, berdasarkan hasil pandataan, lebih dari 800 ha sawah terendam banjir luapan. Kondisi terparah terjadi di Suak Labu, Tangan-Tangan. Menurutnya, jika gabah basah itu tidak segera dijemur, dipastikan kualitasnya menurun.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin menyebutkan, banjir terparah terjadi di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia dan Blangpidie.

Pihaknya menyatakan akan mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan normalisasi seluruh daerah aliran sungai (DAS) di Abdya untuk meminimalisir banjir.

Upaya sementara yang dilakukan pihaknya saat ini adalah melakukan penanggulangan secara darurat terhadap sejumlah lokasi yang dianggap parah dan berbahaya, seperti normalisasi Krueng Tangan-Tangan sepanjang 1,5 km, Krueng Susoh di Kuta Bahagia dilengkapi dengan pembangunan tebing pengaman berupa kawat bronjong, pembersihan aliran sungai di Padang Kawah dan Drien Jaloe, Tangan-Tangan serta Krueng Manggeng.

“Termasuk saluran irigasi di Desa Lhang, Setia akan dilakukan penanganan darurat setelah rusak parah dihantam banjir luapan,” sebutnya.

Akibat banjir, BPBK Abdya sempat mengevakuasi sejumlah penduduk Desa Masjid, Tangan-Tangan ke rumah kepala desa yang lebih aman karena ketinggian air sudah membahayakan. (analisadaily)

Komentar

Loading...