Pemerintah Aceh Harus Segera Cari Solusi Terkait Gula Sabang

penyelundupan gula sabang @Acehportal.com

penyelundupan gula sabang @Acehportal.com
penyelundupan gula sabang @Acehportal.com

Banda Aceh, (Acehportal) - Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Sabang harus segera mencari solusi terbaik dengan membuat sebuah kebijakan yang mengatur tentang barang impor yang masuk melalui Pelabuhan Bebas Sabang.

Hal itu, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejateraan  masyarakat serta  peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sabang.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Aceh  Muhammad Nasir Djamil, Minggu (15/05), menyikapi maraknya penyelundupan gula impor dari Sabang ke Banda Aceh.

Nasir mengatakan adanya pembiaran serta lemahnya pengawasan selama ini berdampak pada bebasnya aksi-aksi penyeludupan yang hanya menguntungkan segelintir orang.

“Kalau begini kan lebih bagus bila gula impor itu dilegalkan saja, selain dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, dan juga dapat meningkatkan PAD setempat. Oleh karena itu, pemerintah Aceh harus segera mengambil sikap terkait kebijakan tersebut,”ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu  mendesak agar agar ada aturan yang jelas terkait dengan barang-barang yang masuk ke Sabang maupun ke daratan, selain itu ia mengingatkan aparat agar tidak main mata dengan para penyeludup.

“Kalau mau diatur, mari diatur secara terang-terangan sehingga nanti kita tidak di cap sebagai penyelundup. Karena saya kira tidak ada orang yang mau dibilang penyelundup,”lanjutnya lagi.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Pada Awal Mei 2016 lalu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banda Aceh memusnahkan 316 karung gula pasir dengan berat 15,8 ton sitaan tahun 2015. Pihak bea cukai mengakui masih ada sekitar 46 ton gula pasir dalam 920 karung yang sedang menunggu proses untuk dimusnahkan.

Selanjutnya pada Sabtu (14/05) lalu Bea Cuka kembali menggagalkan penyeludupan 1000 sak gula Sabang ke daratan Banda Aceh dengan menggunakan kapal KMP Tanjung Burang.(raja)

Komentar

Loading...