Balita Ditemukan di Kebun Karet Aceh Tamiang Dinamai Husna

@Analisadaily

@Analisadaily
@Analisadaily

Kualasimpang, (Acehportal) - Ketua Tim Penggerak Pember­dayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh Tamiang, Hj Iris Atika SPsi Psikolog didampingi pejabat terkait dan personel Polres Aceh Tamiang menjenguk balita malang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Kamis (12/5) malam.

Iris Atika kemudian menamai bayi malang tersebut Husna, yang artinya kenaikan atau kesudahan yang menyenangkan.

Informasi yang dikumpulkan Analisa menyebutkan, sebelumnya balita yang belum pandai berbicara ini diduga sengaja dibuang di kebun karet Desa Suka Ramai I, Keca­matan Rantau, Aceh Tamiang, Kamis (12/5). Balita ini ditemukan perangkat Desa Suka Ramai I, sekitar pukul 14.00 WIB dengan kondisi merang­kak-rangkak di areal kebun karet.

Setelah perangkat desa mela­porkan kejadian tersebut ke Polsek Seruway, kemudian Husna dibawa ke RSUD Aceh Tamiang untuk mendapatkan pertolongan medis karena kesehatannya kian melemah. Pada Jumat (13/5) siang, kondisi kesehatan bocah 2,5 tahun ini terpantau semakin membaik. Na­mun, di tangan bayi tanpa orang tua ini masih ada selang infus.

Sampai Jumat, Husna, belum bisa berdiri nomal. Saat dia diting­gal sendirian di hutan karet, tidak satupun orang yang tahu sudah berapa hari Husna tidak makan.

“Balita ini diantar ke RSUD Kamis sekitar pukul 17.00 WIB oleh Kapol­sek Seruway dan anggo­ta Bhayang­kari. Saat ini kondisi kesehatannya mulai bagus dan terus diberi susu,” tutur seorang perawat jaga di Ruang Anak RSUD Aceh Tamiang.

Sebelumnya, penemuan balita malang ini menggegerkan masya­rakat Aceh Tamiang. Pada Kamis malam, Bupati Hamdan Sati beserta istri Hj Iris Atika didampingi Direktur RSUD Ibnu Azis, SKM, Kadis Kesehatan dr Fajri, Kadis Sosial dan Transmigrasi, Oki Kur­nia dan pejabat lainnya datang menjenguk balita tersebut.

“Tadi malam Ibu Bupati datang sambil membawa bingkisan untuk bayi ini. Sebelum pulang, dia memberi nama untuk anak ini Husna,” kata perawat.

Dokter spesialis anak di RSUD Aceh Tamiang, dr Nuraini, yang dijumpaiAnalisa mengakui, pihak­nya telah memberikan perawatan maksimal terhadap balita tersebut. Saat masuk ke rumah sakit, balita ini mengalami dehidrasi ringan sehingga harus cepat diberi cairan air minum dan susu.

Di bagian lain, luka di wajah balita ini merupakan cacar air yang kini sedang diobati. “Setelah dila­ku­kan pemeriksaan rontgen, tulang kaki kanannya tidak patah. Kita tidak tahu apakah terjadi saat dia lahir atau tidak,” jelasnya.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Azis kepada Analisa, Jumat (13/5) menjelaskan, sejauh ini belum ada pihak yang datang ke rumah sakit dan mengakui atau mengenali bayi tersebut. Juga belum ada pihak yang bersedia mengadopsinya.

“Setelah selesai perawatannya di ruang anak, balita ini akan kita tempatkan di ruang VIP. Setelah itu, jika tidak ada yang mengadopsi, akan kita antarkan ke panti asuhan di Banda Aceh yang di dalamnya lengkap dengan fasilitas anak,” ungkapnya.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo SIK melalui Kapol­sek Seruway, Iptu Ferdinan Chandra membenarkan temuan balita di kebun karet di Desa Sukaramai I tersebut. Pihaknya sudah mengu­mum­kannya kepada masyarakat melalui muspikda dan kepala desa di Seruway dengan harapan ada yang mengenali balita malang ini.

Karena masyarakat Seruway tidak ada yang merasa kehilangan balitanya, kuat dugaan balita itu bukan warga Seruway.

“Sementara ini kita menduga balita itu sengaja dibuang oleh orang tak bertanggung jawab karena di lokasi ditemukan kantung plastik berisi beberapa helai baju anak,” ungkap Iptu Chandra sembari menambahkan, pihakya sudah berkoordinasi dengan penegak hukum di Langkat, Sumatera Utara untuk menangani hal ini. (analisadaily.com)

Komentar

Loading...