Di Masa Depan, Buah Ini Diyakini Bisa Bantu Atasi Diabetes dan Obesitas

foto: detik

foto: detik
foto: detik

Jakarta, (Acehportal) - Semangat ilmuwan untuk dapat menyembuhkan penyakit diabetes, jantung, dan obesitas nampaknya tidak pernah padam. Baru-baru ini, para peneliti di University of Warwick meyakini pil dari buah anggur dan jeruk dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan orang yang hidup dengan penyakit jantung dan diabetes.

Sebelumnya, penelitian menemukan bahwa buah jeruk mengandung hesperetin dan anggur mengandung trans-resveratrol. Kedua zat itu biasanya tidak ditemukan secara bersamaan. Namun, para peneliti menemukan jika keduanya digabungkan, khasiatnya mampu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan aksi insulin, dan meningkatkan kesehatan pembuluh arteri.

"Ini merupakan perkembangan yang sangat menarik dan dapat memiliki dampak besar pada kemampuan kita untuk mengobati penyakit," ungkap ketua studi, Profesor Paul Thornalley.

Senyawa gabungan anggur dan jeruk bertindak dengan meningkatkan protein yang disebut glyoxalase 1 (GLO1) yang menetralkan senyawa gula turunan merusak atau methylglyoxal (MG). Peningkatan jumlah MG dalam tubuh dengan diet tinggi energi menyebabkan resistensi insulin yang mengarah ke diabetes tipe 2. Selain itu, MG juga merusak pembuluh darah dan mengganggu penanganan kolestrol yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Nah, memblokir MG diyakini akan meningkatkan kesehatan pada orang yang kelebihan berat badan dan akan membantu pasien diabetes serta pasien kardiovaskular. Namun, meskipun senyawa yang sama ditemukan secara alami di beberapa buah-buahan, para ahli mengatakan, jumlah dan jenis yang diperlukan untuk perbaikan kesehatan tidak dapat diperoleh dari peningkatan konsumsi buah. Pengemasan dosis yang tepat dalam bentuk kapsul dapat menjadi harapan bagi pasien untuk melawan penyakitnya.

"Jika dikonsumsi langsung dari jeruk dan anggur, rata-rata setiap orang harus mengonsumsi sekitar 10 liter jus jeruk dan anggur. Hal ini bisa berbahaya karena tingginya kadar gula yang diasup," ujar Thronalley, dikutip dari Express.

Studi ini dilakukan pada 32 orang dengan obesitas pada rentang umur 18-80 tahun. Mereka diberi senyawa gabungan itu dalam bentuk kapsul, setiap hari selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan, terjadi peningkatan GLO1. Peningkatan itu dibarengi perubahan pada kadar gula partisipan. Arteri juga diketahui semakin fleksibel dan sehat. Kemudian, peradangan pada pembuluh darah juga berkurang.

"Tidak ada efek samping dari kapsul yang diminum. Obesitas, diabetes tipe dua dan penyakit kardiovaskular berada pada tingkat epidemi di negara barat. Kekurangan GLO 1 telah diidentidikasi sebagai faktor risiko utama dari tiga penyakit tersebut," tutup Thronalley.(detik)

Komentar

Loading...