Monopoli Perusahaan Asing, Peternak Ayam Mengadu ke Nasir Jamil

Nasir Djamil @Acehportal.com
Nasir Djamil @Acehportal.com

Banda Aceh, (Acehportal) - Sejumlah peternak ayam yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Rakyat Indonesia (Aspari) Aceh mengadu kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR ) RI HM Nasir Jamil terkait monopoli sejumlah perusahaan asing di Aceh yang berdampak pada kolaps nya peternak lokal.

Aspari berharap kepada wakil dari Aceh yang duduk di Komisi III DPR RI itu agar memperjuangkan nasib dari peternak lokal yang semakin banyak gulung tikar akibat monopoli besar-besaran yang dilakukan oleh Penanam Modal Asing (PMA).

Kepada Nasir, perwakilan Aspari meminta agar pemerintah mencabut undang-undang No 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan yang dinilainya merugikan peternak lokal.

Menanggapi permintaan itu, Nasir mengaku akan mempelajarinya lebih lanjut, namun Nasir mempertanyakan posisi pemerintah daerah yang tidak hadir untuk memperhatikan nasib peternak local atau peternak mandiri.

“Memang ini bukan di Komisi saya, tapi akan kita teruskan kepada pihak terkait agar nasib peternak lokal ini jangan diabaikan juga, karena dilain pihak kehadiran pemodal asing ini juga diakui undang-undang,”ujarnya, Jumat (13/05/2016).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap kepada Pemda agar mempertemukan dan duduk bersama antara peternak lokal dengan pemodal asing sehingga ada sebuah kesepakatan terkait dengan pasar dari hasil peternakan mereka, hal ini mendesak dilakukan guna menyelamatkan peternak lokal.

“Karena saya dapat informasi dari peternak lokal, semua dimonopolinya, mulai dari bibit, obat dan pakan,”lanjut dia.

Pada kesempatan itu Nasir juga berharap kepada pemerintah Aceh agar membangun pakan ternak di provinsi Aceh, mengingat besarnya potensi ternak diseluruh Aceh. Selain itu menurutnya, pemerintah Aceh juga bertanggungjawab untuk membina peternak-peternak lokal sebagai langkah nyata pemeirntah mengurangi jumlah pengangguran.

“Saya dapat informasi dari teman-teman Aspari bahwa kebutuhan ayam di Aceh bisa mencapai lebih 60 ton perhari dan kebutuhan telur bisa mencapai 1,4 juta butir perhari, ini potensi besar yang harus diperhatikan, karena selama ini peternak lokal yang mau kembangkan usahanya tapi kesulitan di pakan,”demikian kata Nasir.(raja)

Komentar

Loading...