Guru Honorer di Abdya Kelola Sawah dan Sawit

Ilustrasi pekerja memanen sawit. (panensawit.com)
Ilustrasi pekerja memanen sawit. (panensawit.com)

Blangpidie, (Acehportal) - Mungkin apa yang dilakukan oleh guru honorer di SMA Negeri 5 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ini tidak dilakukan guru di sekolah lain. Pasalnya, bersama Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) guru tersebut rela mengelola lahan sawah dan tanaman kelapa sawit milik sekolah, guna menambahkan pendapatan.

Tak tanggung-tanggung, lahan sawah sekitar satu hektare yang letaknya masih dalam lingkungan sekolah, termasuk tanaman kelapa sawit yang siap panen, dikelola layaknya petani. Produksi padi juga tak kalah bagus dari yang dikelola petani di kabupaten itu.

Menurut Kepala SMAN5 Abubakar, Rabu (11/5/2016), dari 20 guru honor yang mengabdi di sekolah itu, tiga di antaranya mengelola lahan tersebut, dibantu seorang warga.

"Mereka mengelola sawah masing-masing, bukan berkelompok, ada yang mengelola delapan bambu ada yang lebih," papar Abubakar.

Dia menyebutkan, dengan dikelola oleh guru minimal lahan tidak menjadi tidur atau terlantar, selain itu sekolah juga menjadi bersih dan yang utama bisa mendapatkan hasil dari produksi padi.

Sementara tanaman kelapa sawit, menurut Abubakar, dipunyai sekolah sebanyak puluhan batang. Namun khusus sawit itu dikelola BKS dengan sistem bagi hasil, yakni 40% untuk sekolah dan 60%. pengelola

"Dari hasil sawit itu diperuntukkan bagi keperluan sekolah, seperti membiayai kegiatan sosial. Sangat menguntungkan, dengan adanya dana tambahan itu, misalkan ada orang di sekolah, baik guru atau siswa yang sakit atau meninggal, sekolah tinggal mengambil dana dimaksud untuk menjenguk mereka," katanya.

Ke depan, Abubakar bermaksud bermusyawarah lagi menyangkut pengelolaan tanaman kelapa sawit. Karena pembagian 40% untuk sekolah dirasa kurang, seharusnya bias lebih besar karena lahan milik sekolah. (Medan Bisnis)

Komentar

Loading...