Tiga Daerah di Aceh Miliki Potensi Besar Pengembangan Tembakau

PAMEKASAN,3/7-PRODUKSI TEMBAKAU TURUN. Petani menggerburkan tanaman tembakaunya di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, Madura, Jatim, Jumat (3/7). Pada tahun 2008, produksi tembakau Madura mencapai 56.232 ha. dengan total produksi 28 ribu ton. namun pada tahun ini diperkirakan turun sekitar lima persen. menyusul beredarnya isu salah satu pabrikan rokok terkemuka di Indonesia akan mengalihkan pembeliannya ke luar Madura. FOTO ANTARA/Saiful Bahri/09

PAMEKASAN,3/7-PRODUKSI TEMBAKAU TURUN. Petani menggerburkan tanaman tembakaunya di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, Madura, Jatim, Jumat (3/7). Pada tahun 2008, produksi tembakau Madura mencapai 56.232 ha. dengan total produksi 28 ribu ton. namun pada tahun ini diperkirakan turun sekitar lima persen. menyusul beredarnya isu salah satu pabrikan rokok terkemuka di Indonesia akan mengalihkan pembeliannya ke luar Madura. FOTO ANTARA/Saiful Bahri/09
foto: antara

Banda Aceh, (Acehportal) - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mengungkapkan, bahwa Provinsi Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman tembakau dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami melihat tanah di Aceh sangat cocok untuk menanam tembakau, karena selain lahannya yang luas aceh juga memiliki tanah yang subur,”ujar Ketua Umum AMTI, Budidoyo di Banda Aceh, Selasa (10/05/2016).

Ia mengatakan, ada beberapa daerah di Aceh yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas tembakau itu, seperti di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues.

Menurut dia, apa potensi yang dimiliki aceh ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat Aceh.

Ketua umun AMTI ini menyebutkan, luas lahan tembakau yang tersebar di tiga daerah itu yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues ada sekitar 800 hektare. "Dengan hasil produksi tembakau Aceh sekitar 900 kilogram tembakau kering per hektare,"sebutnya.

Menurutnya, tembakau yang diproduksi di provinsi di provinsi ujung paling barat Indonesai memiliki cita rasa yang khas sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan.

"Karena rasa tembakau Aceh sangat enak dan ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para petani dan kalangan dunia usaha,"katanya.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya meyakini dengan bertambahnya luas lahan komoditas tembakau maka akan mampu meningkatkan produksi dan menyejahterakan petani di daerah tersebut di masa mendatang.

Lebih lanjut, Budidoyo menambahkan, bahwa komoditas tembakau yang di produksi petani di daerah Dataran Tinggi Gayo, Provinsi Aceh tersebut banyak di pasarkan ke pasar lokal dan ke daerah Sumatera Utara.(adi)

Komentar

Loading...