Aceh Miliki Berpeluang Besar dalam Ekspor Kakao ke Malaysia

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Basri A. Bakar (empat dari kiri)/Foto : NAD.LITBANG.PERTANIAN.GO.ID
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Basri A.
Bakar (empat dari kiri)/Foto : NAD.LITBANG.PERTANIAN.GO.ID

Banda Aceh, (Acehportal) - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Ir H Basri A, Bakar, MSi menyatakan, Provinsi Aceh berpeluang besar dalam ekspor biji kakao ke Negara Malaysia karena kebutuhan biji kakao sangat tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala BPTP Aceh Basri A, Bakar saat berkunjung ke pabrik pengolahan kakao“Barry Callebaut, Port Klang Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan ke pabrik pengolahan kakao Barry Callebaut, Ketua BPTP Aceh didampingi Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Publik Abdul Azis, Penyuluh Senior T. Iskandar serta pengurus Forum Kakao Aceh (FKA).

Selain melihat secara langsung mengenai pengolahan biji kakao menjadi coklat, pihaknya juga mempelajari seluk beluk suksesnya perusahaan tersebut dalam penerapan Sistem Operasional Prosedur (SOP) yang melibatkan 200 pekerja.

Lebih lanjut, Basri A. Bakar menambahakan, bahwa Aceh berpeluang untuk ekspor biji kakao ke Malaysia yang kebutuhannya sangat tinggi, satu pabrik saja mencapai 3.000 hingga 5.000 ton setiap bulannya.

“Kami mengharapkan petani Aceh untuk bangkit kembali dari keterpurukan masa lalu akibat banyak tanaman kakao terserang penyakit sehingga kualitas kakao Aceh menurun dan harganya murah,”ungkap Basri, yang juga ketua Tim, Selasa (10/05/2016).

Untuk itu, sambungnya, kita harus mampu bersaing dalam meningkatkan mutu biji kakao untuk kualitas ekspor, apalagi menghadapi era perdagangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dia juga menambahkan, bahwa pabrik olahan kakao Barry Callebaut” Malaysia dalam memenuhi kebutuhan bahan baku (biji kakao), selama ini selain diimpor dari Pantai Gading, Ghana dan Afrika juga dari Indonesia termasuk Aceh.(adi)

Komentar

Loading...