Obama Kecam Trump: Jabatan Presiden Bukan Reality Show

President Barack Obama speaks in the Eisenhower Executive Office Building on the White House complex in Washington, Friday, Jan. 29, 2016, during a ceremony marking the 7th anniversary of the signing of the Lilly Ledbetter Fair Pay Act. (AP Photo/Manuel Balce Ceneta)

President Barack Obama speaks in the Eisenhower Executive Office Building on the White House complex in Washington, Friday, Jan. 29, 2016, during a ceremony marking the 7th anniversary of the signing of the Lilly Ledbetter Fair Pay Act.    (AP Photo/Manuel Balce Ceneta)
President Barack Obama speaks in the Eisenhower Executive Office Building on the White House complex in Washington, Friday, Jan. 29, 2016, during a ceremony marking the 7th anniversary of the signing of the Lilly Ledbetter Fair Pay Act. (AP Photo/Manuel Balce Ceneta)

WASHINGTON, (Acehportal) -- Presiden AS Barack Obama pada Jumat (6/5) memperingatkan Donald Trump bekerja di Gedng Putih bukanlah sebuah reality show. Trump merebut mantel calon presiden dari Partai Republik pekan ini setelah saingannya keluar dari kompetisi.

Perdebatan telah berubah menjadi apakah miliarder provokatif itu akan dapat menggalang kesetiaan partai di belakangnya sekarang hingga pemilihan November nanti.

Ditanya tentang pencalonan Trump dan kekacauan yang terjadi di sisi Republik, Demokrat Obama mengeluarkan beberapa komentar tajam terhadap maestro real estate dan bintang pertunjukan TV The Apprentice itu, yang kemunculan politiknya mengejutkan dunia.

"Kami berada di zaman serius dan ini adalah pekerjaan yang benar-benar serius," kata Obama kepada wartawan di Gedung Putih. "Ini bukan hiburan. Ini bukan reality show," lanjut dia dilansir Channel News Asia, Sabtu (7/5).

Trump menuai protes bahkan dalam partainya karena ucapan kasar, pidato bebas dan usulan yang melarang umat Islam memasuki Amerika Serikat. Trump juga berencana meminta Meksiko membayar untuk membangun dinding di perbatasan selatan guna mencegah migran Meksiko.

"Dia memiliki catatan panjang yang perlu diperiksa, dan saya pikir itu penting bagi kita untuk menganggap serius pernyataan yang dibuat di masa lalu," kata Obama.(republika)

Komentar

Loading...