Persoalan Listrik dan Kesejateraan Rakyat Lebih Penting dari Bendera

Bendera Aceh@acehportal.com

Bendera Aceh@acehportal.com
Bendera Aceh@int

Banda Aceh, (Acehportal) - Kalangan pemuda dan mahasiswa di provinsi Aceh menyesalkan berlarut-larutnya persoalan bendera sehingga Pemerintah Aceh dan DPR Aceh terkesan hanya sibuk mengurusi bendera tanpa sempat memikirkan kesejahtraan rakyat Aceh.

“Persoalan listrik dan kesejateraan masyarakat Aceh jauh lebih penting dari pada persoalan bendera,”ungkap Ketua Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA), Basri Effendi, Rabu (4/5/2016) di Banda Aceh.

Menurut dia, persoalan yang dihadapi Aceh saat ini jauh lebih besar, seperti persoalan kesejahtraan masyarakat dan persoalan listrik yang tidak kunjung tertangani, dan persoalan lainnya yang diutamakan oleh Pemerintah dan DPR Aceh.

Ia mengkui bendera Aceh penting sebagai symbol, namun kesejahtraan masyarakat jauh lebih penting, bahkan menurutnya banyak turunan UUPA yang juga tak kunjung diimplementasikan.

“Persoalan Aceh bukan persoalan bendera saja, banyak rakyat lapar, lampu terus mati, itu lebih urgent sebenarnya. Bendera penting sebagai symbol tapi adanya kesejahtraan jauh lebih penting,”ujarnya.

Basri berharap para pemimpin Aceh untuk memikirkan kesejahtraan masyarakat terlebih dahulu, baru selanjutnya bersama-sama memikirkan bendera.

Sementara itu Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh Darlis Aziz menyebutkan, untuk menyelesaikan persoalan bendera dibutuhkan keterbukaan dari semua pihak, baik Pemerintah Aceh dan DPR Aceh.

“Alangkah baiknya saling lapang dada dan terbuka, tidak ada yang ditutupi, sehingga tidak adanya blok antara Pemerintah Aceh dengan pusat,”paparnya.

Ditempat yang sama tokoh masyarakat Aceh yang juga mantan ketua DPR Aceh Muhammad Yus mengharapkan bendera Aceh harus menjadi pemersatu masyarakat Aceh. Terkait munculnya persoalan, ia berharap agar diselesakan dengan musyawarah.(raja)

Komentar

Loading...