Menteri Yohana minta UU diubah, pelaku pemerkosa anak dihukum mati

Menteri Yohana konpers soal Yuyun. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Menteri Yohana konpers soal Yuyun. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir
Menteri Yohana konpers soal Yuyun. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Jakarta, (Acehportal) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise meminta untuk segera mengesahkan kembali RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Sebab ancaman hukuman yang ada saat ini dinilai terlalu ringan. Terlebih pada kasus yang menimpa remaja bernama Yuyun (14) yang 7 di antara pelakunya masih di bawah umur.

"UU PPA dan kekerasan seksual itu perlu direvisi kembali. Karena banyak kasus yang seperti ini tetapi hukumannya maksimal 10 tahun penjara," kata Menteri Yohana di kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta Pusat, Rabu, (4/5).

Yohana mencontohkan, ada kasus serupa yang terjadi di salah satu kabupaten di Indonesia yang telah banyak memakan korban. Namun si pelaku hanya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

"Ada pelaku yang telah mencabuli 50 anak-anak tapi hanya dihukum 15 tahun penjara. Korbannya anak-anak dari usia kelas 6 SD sampai kelas 3 SMP" kata Yohana.

Untuk itu kata Yohana, dalam kasus yang menimpa Yuyun, para pelakunya harus mendapat hukuman yang berat. Entah itu hukuman seumur hidup ataupun hukuman mati. Sebab nyawa seseorang yang mati sama berharganya dengan orang yang masih hidup.

"Nah ini sangat memprihatikan. Apa bedanya dengan nyawa yang masih hidup dengan yang sudah mati? Padahal sama berharganya," tutup Yohana.(Merdeka.com)

Komentar

Loading...