BI: Ketergantungan terhadap Bawang Brebes Cukup Tinggi

Bawang Merah. Foto: Aceh Portal

Foto: Aceh Portal
Foto: Aceh Portal

Aceh Utara, (Acehportal) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe Yufrizal mengatakan, dampak dari minimnya budidaya bawang merah di Aceh membuat ketergantungan Aceh terhadap pasokan bawang merah dari Brebes, Jawa Barat, cukup tinggi. Tidak hanya itu, pasokan bawang merah ilegal juga marak.

Hal ini terjadi akibat konsumsi bawang merah di Aceh sangat luar biasa banyaknya, apalagi bahan makanan di Aceh rata-rata menggunakan bawang merah untuk penyedap masakan diantaranya martabak telur, kari kambing, mie Aceh dan lain sebagainya.

"Kondisi ini ikut mempengaruhi harga bawang merah di Aceh, karena memang konsumsi bawang merah di Aceh cukup tinggi tidak diimbangi budidaya oleh petani, alhasil ketergantungan Aceh terhadap bawang merah dari Brebes, Jawa Barat cukup tinggi," ungkapnya, saat melakukan panen perdana bawang merah lokal di areal seluas satu hektare di Desa Ulee Nyeue, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, Selasa (3/5), yang turut dihadiri Forkompinda Aceh Utara termasuk Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib.

Padahal, urainya, hasil survey yang dilakukan pihak BI Lhokseumawe bersama tenaga ahli bawang merah dari Brebes, tanah di Aceh Utara sangat cocok untuk pengembangan budidaya bawang merah.

"Tidak jauh berbeda tanah di Brebes dengan di Aceh Utara, sangat cocok untuk budidaya bawang merah, sehingga budidaya bawang merah perlu digalakan, BI Lhokseumawe mengajak seluruh elemen masyarakat agar membudidayakan bawang merah," katanya.

Yufrizal mencontohkan, di Brebes hampir setiap desanya memiliki luasan bawang merah sekitar 50 hektare, jauh berbeda di Aceh Utara baru ada satu hektare, itu pun satu kabupaten dengan jumlah 27 kecamatan.

"Bantuan BI Lhokseumawe untuk pengembangan budidaya bawang merah di Desa Ulee Nyeue bisa dijadikan pilot proyek, agar seluruh desa bisa digalakan ntuk mengembangkan budidaya bawang merah, karena bawang merah merupakan tanaman umbi yang bernilai ekonomis," katanya.

Di samping itu, tambah Yufrizal, dia berharap agar Aceh Utara menjadi sentra bawang merah di Aceh, bahkan Sumatera. "Soalnya Aceh Utara masih memiliki lahan cukup luas, sehingga bisa dilakukan budidaya bawang merah secara besar-besaran, tujuannya agar Aceh Utara menjadi satu-satunya pemasok bawang merah di Aceh bahkan Sumatera," ujarnya.

Sementara Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib berharap untuk APBK Perubahan 2016 bisa dialokasikan kebutuhan petani bawang merah, tapi harus dikerjakan secara kontiniu.

"Kami akan alokasikan bantuan kepada petani di APBK Perubahan, tapi sifatnya harus kontiniu, sehingga tingkat kesejahteraan petani bisa berjalan," katanya.(MedanBisnis)

Komentar

Loading...