Bobby Pelaku Teror Penyayatan di Yogya Punya Kelakuan Aneh, Begini Kisahnya

Foto: Enggran Eko Budianto/ istri Bobby, Satukah menunjukkan foto pernikahan@detik

Foto: Enggran Eko Budianto/ istri Bobby, Satukah menunjukkan foto pernikahan@detik
Foto: Enggran Eko Budianto/ istri Bobby, Satukah menunjukkan foto pernikahan@detik

Mojokerto, (Acehportal) - Di mata keluarga istrinya di Kota Mojokerto, Bobby Adhie Nugroho (40), pelaku teror penyayatan di Yogyakarta terkenal pendiam dan cenderung aneh. Selama tinggal rumah istrinya, Bobby kerap menunjukkan perilaku yang tak wajar. Berikut penuturan keluarga.

Kabar ditangkapnya Bobby oleh polisi di Yogyakarta tak begitu membuat terkejut Joko Upoyo (56), kakak iparnya di Banjaranyar IV No 17, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

"Saya sempat kaget saat dapat kabar kalau Bobby ditangkap polisi terkait teror di Yogyakarta. Namun, akhirnya saya berpikir masuk akal saja," kata Joko kepada wartawan, Selasa (3/5/2016) sore.

Joko merupakan kakak kandung Satukah (41), istri Bobby. Dia tinggal tak jauh dari rumah Bobby di Lingkungan Banjaranyar IV. Praktis dia banyak tahu perilaku adik iparnya itu sejak menikahi Satukah tujuh tahun silam.

"Dia (Bobby) orangnya pendiam. Kalau diajak ngobrol gitu selalu menghindar kemudian masuk ke kamarnya," ujarnya.

Tak hanya pendiam, Joko menyebut Bobby mempunyai sejumlah keanehan. Salah satunya, anak pertama dari empat bersaudara pasangan Sapari Santoso dan Sarti Widiandari itu sering kali buang air kecil di samping rumah dengan melompat jendela. Padahal, di rumah sederhana milik Satukah itu terdapat kamar mandi.

"Pernah juga dia membetulkan sepeda motornya di ruang tamu. Kemudian mencucinya di ruang tamu juga. Kalau ditegur hanya diam, kemudian dibersihkan air yang membanjiri ruang tamu," ungkapnya.

Hal senada dikatakan kakak tertua Satukah, Salukah (63). Menurut dia, Bobby pernah diperiksakan ke RSI Sakinah lantaran diduga mengalami stres.

"Kebetulan adik saya kerja di rumah sakit sebagai perawat. Kata adik saat itu Bobby mengalami stres," sebutnya.Perilaku aneh Bobby saat tinggal di Kota Mojokerto itu juga dibenarkan istrinya. Kendati begitu, kata Satukah, pria yang dia nikahi sejak tujuh tahun silam itu masih nyambung saat diajak bicara.

"Dia bicaranya memang lambat. Tapi kalau diajak bicara masih nyambung," terangnya.

Satukah juga menuturkan biasa berkomunikasi dengan suaminya lewat SMS. Bobby tinggal di Yogya dan dia di Mojokerto. Satukah menjelaskan, Senin (2/5) sekitar pukul 18.30 WIB, dirinya masih sempat berkomunikasi via SMS dengan suaminya. Dalam salah satu pesan yang dia terima, Bobby mengatakan ingin pulang ke Mojokerto.

"Dia bilang mau pulang. Alasannya cari kerja di Yogyakarta endak ada yang terima, pusing mau pulang ke rumah untuk cari kerja," ungkapnya.

Namun, usai saling berkirim pesan kemarin malam, Satukah mengaku tak lagi bisa menghubungi handphone suaminya. Sampai akhirnya tadi siang dia mendapat kabar bahwa pria yang dia nikahi sejak tujuh tahun lalu itu ditangkap polisi terkait aksi teror penyayatan di Yogyakarta.

"Sampai sore ini nomor HP nya endak bisa dihubungi. Namun, saya sudah komunikasi dengan mertua di Yogyakarta. Memang benar dia ditangkap polisi," jelasnya.

Bobby ditangkap polisi di rumah kontrakan saudaranya di Sonopakis, Kasihan, Bantul, pada Senin (2/5) malam. Perbuatan pelaku telah mengakibatkan 4 orang perempuan menjadi korban luka. Semua TKP berada di wilayah kota Yogyakarta.(detik)

Komentar

Loading...