LBH Minta Hakim Beri Penangguhan Bagi 4 Pejuang Agraria

foto: int

foto: int
foto: int

Aceh Barat, (Acehportal) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh dapat mengabulkan dan memberi penangguhan penahanan terhadap empat pejuang agraria yang merupakan warga Cot Mee, Nagan Raya.

“Selama ini, mereka konsisten berjuang  menuntut hak atas  tanah yang bersengketa dengan perusahaan sawit yang menjadi Terdakwa karena di tuding melakukan Pembakaran Barak perusahaan perkebunan sawit milik PT Fajar Baizury And Brothers,”ujar Herman SH koordinator LBH Banda Aceh selaku kuasa hukum empat terdakwa pejuang agraria melalui pres rilisnya, Senin (2/5/2016).

Herman menjelaskan, kasus ini telah bergulir di peradilan dan telah di sidangkan, dimana sidang perdana di gelar pada 21 April 2016 dengan agenda dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kemudian tanggal 28 April 2016 kemudian di lanjutkan sidang dengan agenda Eksepsi (nota keberatan atas dakwaan) dari penasihat hukum para terdakwa.

Bahwa dalam eksepsi, LBH Banda Aceh Pos Meulaboh selaku penasihat hukum pada intinya menilai dakwaan JPU tidak jelas karena dalam dakwaan tidak menunjukan kejelasan karena tidak dirumuskan perbuatan materil sebagaimana perbuatan yang dilakukan oleh para terdakwa sehingga terjadi kebakaran sebagaimana didakwakan dalam pasal 187 (1) KUHP tindak pidana pembakaran dan peledakan dan dakwaan kedua pasal 406 ayat (1) mengenai pengrusakan barang yang kedua pasal tersebut harus memuat unsur terpenting unsur “kesengajaan” jika tidak di uraikan maka dakwaan tidak jelas sehingga dapat di batalkan atau batal demi hukum.

Kemudian dalam dakwaan JPU juga menerapkan pasal 55 ayat (1)  (penyertaan) melakukan tindak pidana sebagaimana KUHP dan hal ini sangat membingungkan dengan mengikut sertakan pasal tersebut, karena terikat dengan kalimat maupun paragrat per paragraf yang di pelajari penasihat hukum tidak menemukan satu rumusan fakta perbuatan sesuai unsur pasal tersebut, sehingga menyebabkan surat dakwaan membingungkan (confuse) atau (obscur libeli).

Ia menyatakan, bahwa pada saat sidang perdana penasihat hukum ke empat terdakwa juga telah mengajukan permohonan penangguhan/pengalihan penahanan terhadap para terdakwa yakni Asubki (31). Khaidir (41), Musilan HS (33) dan Julinaidi (26) dengan menyertakan para penjamin.

Untuk itu, kita mengharapkan majelis hakim pada pengadilan negeri Meulaboh yang memeriksa perkara tersebut agar mengabulkan permohonan penanguhan/pengalihan penahanan tersebut dan para terdakwa harus tetap kooperatif dalam proses hukum.

“Hal ini di dasari karena para terdakwa memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga yang mana dengan kasus ini tentunya menjadi beban psikis terhadap istri dan anak-anak mereka yang masih kecil. Meski demikian kita semua tetap harus hormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap percaya pengadilan adalah tempat mencari keadilan, semoga hal ini dapat menjadi suatu perimbangan nantinya,”pungkasnya.(wan)

Komentar

Loading...