Aceh Utara Krisis Air Bersih

Ilustrasi. (Shutterstock)

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Lhoksukon, (Acehportal) - Belasan desa dalam beberapa kecamatan di Aceh Utara masih mengalami krisis air bersih. Ketiadaan air layak minum tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun, namun hingga kini belum teratasi.

“Masyarat Desa Alue Drien harus membeli air setiap hari Rp1.000/jeriken. Air tersebut untuk minum dan kebutuhan sehari hari. Sudah beberapa kali dilaporkan kepada camat namun tidak ada respons,” ujar Keuchik (kepala desa) Alue Drien, Cot Girek, Anwar kepada Analisa, Jumat (29/4).

Dikatakan, kebutuhan air rata-rata untuk setiap kepala keluarga di Alue Drien mencapai 350 liter/hari. Untuk mendapatkan itu, warga mengeluarkan Rp1.000/jeriken kapasitas 35 liter.

Menurut keuchik, bagi warga berpenghasilan lumayan, memilih membeli air dari truk tangki berisi sekitar 5 ribu liter air dengan harga mencapai Rp120 ribu. Akan tetapi, hanya bertahan satu minggu setelah digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga.

“Sejak pagi hingga siang ini saya sudah membeli air sebanyak 12 jeriken berkapasitas 35 liter. Totalnya sekitar 470 liter air untuk 12 jeriken,” ujarnya.

Anwar menambahkan, jangankan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, pipa untuk mengairi air ke desanya itu juga tak kunjung dipasang. Jika musim kemarau seperti sekarang, masyarakat miskin kian susah akibat ketiadaan air bersih.

Secara terpisah, Camat Cot Girek, Usman mengaku sudah berkali-kali meminta warga untuk bersabar. Pihaknya akan tetap mengupayakan kebutuhan masyarakat menikmati air bersih melalui jaringan pipa air bersih milik PDAM.

Sementara ini, sebagian desa yang sudah dibangun jaringan pipa air bersih meliputi Desa Cot Girek, Kilometer 12, Tempel, Ulee Gampong, Alue Seumambu, Bantan, Lhok Meurbo, U Baro, dan Seuneubok Baro.

“Sebagian sudah menggunakan air bersih. Air sudah mulai mengalir. Jadi, bukan Alue Drien saja yang belum dibangun pipa air bersih, masih ada beberapa desa lainnya dari total 24 desa di Cot Girek yang belum dibangun pipa yang sama. Kita harap mereka bersabar,” ungkapnya.

Selain di Cot Girek, krisis air bersih juga terjadi di Desa Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon; Ulee Rubek Barat, Ulee Rubek Timu, Teupin Kuyuen, dan Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon. Untuk keperluan sehari hari, sebagian dari mereka terpaksa membeli air isi ulang.(Analisa)

Komentar

Loading...