Para Tokoh dan Pemuka Agama di Aceh Tolak Politisi Agama Jelang Pilkada

Ilustrasi Pilkada. ©2015 Merdeka.com

Ilustrasi Pilkada. ©2015 Merdeka.com
Ilustrasi Pilkada @Merdeka.com

Banda Aceh, (Acehportal) - Para tokoh dan pemuka agama di Aceh sepakat untuk menolak setiap upaya politisasi agama, memobilisasi umat beragama, menggunakan simbol-simbol dan jargon agama untuk kepentingan politik menjelang dan saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di provinsi itu.

Demikian antara lain isi rekomendasi yang dihasilkan dari workshop dan pertemuan tokoh agama, pemuka agama, majelis agama, ormas keagamaan, tokoh perempuan dan tokoh pemuda lintas agama se-Aceh yang berlangsung 21- 23 April 2016 di Aula Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.

Rekomendasi ditandatangani oleh 12 orang mewakili tokoh agama, pemuka agama, majelis agama, ormas keagamaan dan organisasi kepemudaan agama yang ada di Aceh.

Sejumlah narasumber hadir mengisi pertemuan selama tiga hari ini, yaitu Plt. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof.Dr. Tgk. Muslim Ibrahim MA, Prof. Dr. Al-Yasa’ Abubakar MA (Guru Besar UIN Ar-Raniry), dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Aceh, Ziauddin Ahmad.

Berikutnya, mewakili Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda, Dr Fauzi Saleh MA dari tokoh agama. Pertemuan ini difasilitasi oleh M. Sahlan Hanafiah dari Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik UIN Ar Raniry.

Saling Menghormati

“Tokoh agama, pemuka agama, majelis agama dan umat beragama di Aceh diminta untuk terus membangun hubungan baik dengan saling menghormati, menghargai satu sama lain. Umat beragama juga diminta meningkatkan pemahaman dan pengamalan agamanya masing-masing,” ujar Ketua Forum KUB Aceh, Ziauddin Ahmad.

Tokoh agama, pemuka agama, majelis agama dan umat beragama di Aceh juga meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota agar berperan aktif memelihara kerukunan umat beragama, sehingga masalah seperti yang terjadi di Aceh Singkil, beberapa waktu lalu dan sejumlah permasalahan internal maupun antarumat beragama di Aceh tidak perlu terjadi lagi.

Selanjutnya meminta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk segera mengesahkan Qanun Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah di Aceh.

Selain itu, juga meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota supaya melakukan langkah-langkah kongkrit untuk peningkatan ketahanan keluarga demi menyelamatkan generasi muda Aceh dari pengaruh negatif globalisasi, narkoba, pornografi, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh.

Sebelumnya, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Aceh, Juniazi S.Ag M.Pd dalam laporannya menyebutkan, kegiatan tersebut salah satu tugas dan fungsi penting Kementerian Agama Aceh dalam menjaga dan memelihara Kerukunan Umat Beragama.

Juniazi menambahkan, peserta yang mendaftaran mencapai 90 orang. Mereka terdiri atas kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota,  tokoh agama, unsur MPU, tokoh agama perempuan, Majelis Agama Kristen, Katolik, Budha dan Hindu, pengurus FKUB Provinsi Aceh,  OKP Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu, Kabid di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Syariat Islam serta Badan Kesbangpol dan Linmas.

Jangan Mudah Terprovokasi

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. HM Daud Pakeh saat membuka workshop mengingatkan umat beragama jangan mudah terprovokasi, sehingga mengganggu kerukunan yang sudah terbangun dengan baik.

Ia menyebutkan,, umat beragama saat ini dihadapkan berbagai tantangan. Seperti liberalisme, ekslusifisme, radikalisme, terorisme, dan lainnya sebagainya yang bisa kapan saja datang mengancam.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, kata dia, dituntut format beragama yang ideal, yang mampu menampilkan perilaku sebagai umat beragama yang santun, damai, demokratis, dan dapat diterima semua kalangan.

Daud Pakeh menyebutkan, menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama bukan menjadi tugas pemerintah semata. Tapi, menjadi tugas bersama umat beragama.

“Untuk itu, kerja sama intensif lintas agama harus terus dibangun, serta membangun kesadaran umat beragama untuk saling menghargai perbedaan dan toleransi,” tegasnya.

Sumber: analisadaily.com

Komentar

Loading...