Bupati Abes: Aceh Besar Miliki Potensi Besar untuk Pengembangan Ternak

penandatanganan MoU antara Pemkab Aceh Besar dengan FKH Unsyiah @acehportal.com

penandatanganan MoU antara Pemkab Aceh Besar dengan FKH Unsyiah @acehportal.com
penandatanganan MoU antara Pemkab Aceh Besar dengan FKH Unsyiah @acehportal.com

Aceh Besar, (Acehportal) - Bupati Aceh Besar, Muchlis Basyah menyatakan, Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sector peternakan.

“Aceh Besar miliki potensi yang besar untuk mengembangkan ternak sapi, kambing, dan unggas,”ujar Bupati Muchlis Basyah, usai penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara Dinas Peternakan Aceh Besar dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah, Jum’at (29/4).

Penandatangan MoU antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan FKH Unsyiah dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Besar Muchlis Basyah, dan Dekan FKH Unsyiah Muhammad Hambal di Aula FKH setempat.

Menurut dia, pembagunan ternak di Aceh Besar sudah menjadi tradisi yang harus tetap di pertahankan oleh masyarakat setempat. “Karena usaha ternak sangat menjanjikan di Aceh Besar,”ungkap politisi Partai Aceh tersebut.

Karena, kata Bupati, 90 persen area di Aceh Besar sangat cocok dijadikan tempat pengembangan ternak, baik itu ternak sapi, kambing maupun ternak unggas.

Apalagi, arah kebijakan Pemkab Aceh Besar sesuai dengan misi-visinya adalah di sektor pertanian, Peternakan dan perikanan, namun subsektor peternakan yang sangat mengutungkan dari sector-sektor lainnya.

Dalam meningkatkan populasi ternak di Aceh Besar, kata Bupati, pihaknya telah melakukan pengadaan-pegadaan ternak setiap tahunnya. Selain itu juga, pihaknya mencoba menjemput bola dari pusat, rencananya pemerintah pusat akan mengalokasi anggaran 21 milyar untuk pengadaan ternak modern.

“Kita mempuyai skill yang dapat membantu Pemkab Aceh Besar dalam pengembangan ternak di Aceh,”ujar Dekan FKH Unsyiah, Muhammad Hambal, kepada wartawan usai kegiatan tersebut.

Sebenarnya FKH sudah mempuyai sebuah program untuk meningkatkan populasi ternak yaitu dengan program satu tahun satu anak. “Itu yang ingin kita terapkan nantinya,”jelasnya.

“Jadi selama ini kita ketahui sapi yang ada di aceh interval kelahirannya kadang-kadang 2 anak sampai 3 tahun, bahkan ada yang lebih dari 3 tahun itu tergantung bagaimana manajemen yang diberlakukan,”paparnya.

Untuk itu, kita ingin mecanangkan satu tahun satu anak unuk sapi di Aceh, tentu saja dengan pengadaan sapi yang alami dan peletakan birahi dan perbaikan manajemen pakan dan sebagainya. Kita harapkan dengan kerjasama sepeti ini hal itu bisa kita lakukan untuk meningkatkan populasi ternak sapi Aceh.(raja)

Komentar

Loading...