Tanpa Koordinasi, Pembagunan Pabrik Semen di Pidie Bisa Memicu Terjadinya Konflik

ilustrasi pabrik semen: acehportal.com

pabrik semen: acehportal.com
ilustrasi pabrik semen: acehportal.com

Sigli, (Acehportal) - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, menilai Pamerintah Provinsi Aceh tidak pernah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie, terkait rencana pembangunan PT. Semen Indonesia Aceh di Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Kabupaten Pidie.

“Akibat tak ada koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten sehingga menimbulkan berbagai persolalan dengan masyarakat,”ungkap Ketua Komisi B DPRK Pidie, Anwar Husein, dalam rapat konsultasi dengan Eksekutif setempat di Gedung Dewan Pidie, Sigli, Rabu (27/4).

Menurut dia, pemerintah Aceh telah mengaibaikan hak-hak Pemkab Pidie dalam rencana membangun pabrik semen. Padahal kabupaten mempunyai hak otonomi yang harus dilibatkan dalam rencana pembagunan pabrik semen itu.

Ia menyatakan, masyarakat yang tanahnya berada di lokasi pembagunan pabrik semen itu mengadu ke DPRK setempat bahwa tanah mereka belum diganti rugi. “Itu akibat tidak ada koordinasi Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah setempat,”pungkasnya.

“Masyarakat justru menyalahkan pemerintah Kabupaten setempat, mereka menduga kami telah bersekongkol dengan pendiri pabrik semen,”terang Politisi Partai Aceh itu.

Lebih lanjut, Anwar menambahkan, sekarang masalah sudah banyak yang diciptakan oleh PT Samana Citra Agung termasuk diantaranya persolan ganti rugi lahan sampai saat ini belum tuntas dengan masyarakat.

“Pada prinsipnya kami tidak menghambat pembagunan pabrik semen di Pidie, bahkan mendukung, namun diselesaikan dulu berbagai persoalan dengan masyarakat,”paparnya.

Semantara itu, Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan mengatakan, selama ini hanya terjadi miss comunication antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten sehingga menimbulkan persoalan antara warga dengan pihak pembebasan lahan pembagunan pabrik semen.

Dikatakannya, sesuai dengan Pasal 156 hingga Pasal 159 UUPA, pihaknya akan melihat ada tidak peluang Pemerintah Pidie mendapatkan saham dalam investasi itu.

PT Semen Indonesia terus membuka diri dan berdiskusi dengan Pemerintah Pidie terkait pembagunan pabrik itu. “PT. Semen Indonesia membuka peluang besar bagi masyarakat setempat yang ingin mendapatkan saham dalam investasi PT. Semen Indonesia Aceh,”jelasnya.

"Pabrik semen ini harus jadi, ini bukan hanya persoalan pabrik semen, tapi kita harus mendukung terjadinya investasi di Kabupaten Pidie,”paparnya.

Ia menyatakan, sudah tugas Pemkab, DPRK dan semua pihak untuk memberikan suasana yang aman dan kondusif terhadap investor yang ingin berinvestasi di Pidie.(aju)

Komentar

Loading...