Perusahaan Tak Bayar Sesuai UMP, Buruh Bisa Adu ke Dinasker Mobduk

@analisadaily.com

@analisadaily.com
@analisadaily.com

Banda Aceh, (Acehportal) - Kasi Hubungan Industrial dan Kelembagaan, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnaker Mobduk) Aceh Syarifah Rahmatillah mengatakan, sejauh ini belum ada satu perusahaan pun yang menyatakan keberatan atas UMP Rp2,1 juta/bulan.

“Perusahaan yang tidak bayar UMP memang terasa ada, namun terlihat secara kasat mata,” kata Syarifah, kepada wartawan, di Banda Aceh, Rabu (27/4/2016).

Dikatakan, pemerintah dalam hal ini Dinasker Mobduk tidak dapat bertindak, bila ada perusahaan yang tidak membayar upah sesuai UMP. Sebab, pemerintah tetap membutuhkan pengaduan formal dalam mengambil tindakan atau sanksi bagi perusahaan yang membandel.

Menurut Syarifah, bila perusahaan sejauh tidak menangguhkan atau keberatan dengan keputusan UMP tersebut, maka perusahaan itu setuju bayar UMP. Karenanya, pemerintah menempatkan tenaga pengawas di setiap perusahan dalam memantau pembayaran UMP ini. “Tenaga pengawas pun juga tidak ada melapor, itu artinya aman-aman saja,” tegas Syarifah.

Dinamika yang terjadi di lapangan, tambah Syarifah, memang agak sulit untuk menindaklanjuti kondisi yang terjadi, menyangkut adanya perusahaan yang tidak membayar upah sesuai UMP. Meskipun, dalam pembicaraan tidak formal, banyak buruh yang mengeluh atas kondisi ini.

Hal ini disebabkan, hingga saat ini banyak pekerja lebih mementingkan pekerjaannya dengan upah yang diterimanya saat ini. Karena, mereka harus mencari nafkah bagi keluarga. Di sisi lain, perusahaan pun jika harus memenuhi itu semua, maka tak sedikit perusahaan yang harus gulung tikar.

Kabid Hubungan Industrial Disnas Tenaga Kerja Mobilitas Penduduk (Disnaker Mobduk) Aceh, Khaider dalam kaitan menjelang peringatan Hari Buruh se Dunia, pada 1 Mei mendatang mengatakan, pihaknya telah membentuk panitia bersama yang melibatkan pekerja.

Dalam peringatan Hari Buruh ini, pihaknya juga melibatkan pihak dari KSPI, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan Serikat Perkerja Aceh. Peringatan hari buruh dilakukan dengan berbagai cara yang intinya tanpa melibatkan aksi-aksi atau unjukrasa seperti daerah lain setiap peringatan hari buruh.

“Kita berharap kesan kalau Mayday itu anarkis, bisa diminimalisir, guna menjaga harkat dari buruh itu sendiri,” kata Khaider.

Dikatakan, pihaknya tidak bisa juga melarang aksi demo. Karena itu memang tidak bisa dihalangi, Sebab, biasanya Mayday di seluruh daerah di Indonesia dan dunia selalu melakukan aksi unjukrasa setiap tanggal 1 Mei setiap tahunnya. “Kita berharap, hari buruh tidak hanya ssebagai hari raya para buruh, namun hari raya kita semua,” kata Syarifah menambahkan.

Sekretaris Panitia Bersama Hari Buruh di Aceh, Habibi Inseun menambahkan, hari buruh tahun ini di Aceh juga dilakukan aksi peduli lingkungan. Seperti bakti sosial di Jalan T Nyak Arief dan donor darah di Gedung di DPRA.

Ini bukan demo atau unjukrasa, namun bentuk rasa peduli dari para buruh terhadap kondisi saat ini.“Buruh juga mau ikut serta dalam mendukung Pemerintah Aceh dalam mengisi pembangunan,” tandas Habibi.

Sumber: analisadaily.com

Rubrik:News

Komentar

Loading...