Hendak Padamkan Api, Petugas Damkar Tewas

Ilustrasi damkar@Aceh Portal

Ilustrasi damkar@Aceh Portal
Ilustrasi damkar@Aceh Portal

Lhoksukon, (Acehportal) - Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Utara, Fasdar (30), tewas tergilas mobil pemadam ketika hendak memadamkan api yang menghanguskan lima  unit rumah toko  (ruko) di Desa Cot Plieng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin (25/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

Informasi yang diterima Analisa, Selasa (26/4) menyebutkan, api berasal dari salah satu ruko di lantai dua yang berkonstruksi kayu. Api diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Selanjutnya, api menyambar ruko lainnya. Akibat kejadian itu, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Setelah melihat api yang tengah menghanguskan ruko, masyarakat langsung menghubungi Damkar Aceh Utara. Selanjutnya, pada sekitar pukul 22.30 WIB, dua unit mobil Damkar Aceh Utara tiba di lokasi untuk memadamkan api, Selanjutnya, pukul 22.55 WIB, satu unit mobil damkar milik PT Pupuk iskandar Muda (PIM) juga datang.

“Pukul 23.00 WIB, satu unit Damkar Pemko Lhokseunawe juga tiba di lokasi kejadian dan berhenti tepat di depan lokasi kebakaran, Warga yang berada di tempat kejadian meneriaki damkar Pemko Lhokseumawe tersebut karena datang setelah lima unit ruko habis terbakar,” ujar salah seorang korban kebakaran, Zulfikar (28) kepada Analisa.

Menurutnya, karena panik diteriaki warga, supir mobil damkar Pemko Lhokseumawe berusaha meninggalkan lokasi kebakaran. Pada saat meninggalkan tempat itu, seorang petugas damkar yang tengah menurunkan selang tertinggal di lokasi dan berusaha menaiki bagian tengah tangga mobil. Namun, korban terseret dan terjatuh sehingga tergilas oleh ban belakang mobil damkar.

“Masyarakat yang melihat kejadian tersebut langsung menghadang dan melempari mobil karena mengira korban yang terlindas adalah adalah salah satu warga setempat.

“Selanjutnta, korban dilarikan ke RSUD Cut Mutia, Lhokseumawe, sedangkan empat petugas Damkar Pemko Lhokseumawe langsung diamankan di salah satu rumah warga oleh masyarakat untuk mengantisipasi amuk masa,” jelasnya.

Secara terpisah, Komandan Regu (Danru) Petugas Damkar Lhokseumawe, Ridwan mengaku, pihaknya telah melaporkan kasus tewasnya petugas damkar itu ke Polres Lhokseumawe untuk ditindaklanjuti.

“Padahal, kebakaran tersebut bukan di wilayah Lhokseumawe. Namun, atas nama sosial, kami tetap bergerak untuk memadamkan ap. Tapi, sesampainya di lokasi kebakaran, masyarakat langsung melempari kami dengan batu dan kayu. Karena peristiwa ini, untuk ke depan kami tidak lagi menolong korban kebakaran di wilayah Aceh Utara. Semoga kasus ini diusut tuntas,” harap Ridwan.(Analisa)

Komentar

Loading...