Polisi Pastikan Korban Tewas Baku Tembak Anggota Kelompok Santoso

Kelompok santoso di tengah hutan (istimewa/detikcom)

Kelompok santoso di tengah hutan (istimewa/detikcom)
Kelompok santoso di tengah hutan (istimewa/detikcom)

POSO, (Acehportal) - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memastikan identitas jenazah korban tewas dalam baku tembak antara tim gabungan TNI-Polri bersama sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) termasuk salah satu dari Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris jaringan Santoso.

Kepastian identitas korban yang diketahui berinizial Mg alias Mus’ab merupakan warga keturunan Turkistan berdasarkan hasil penyelidikan serta olah TKP sementara yang telah dilakukan oleh tim identifikasi di lokasi kontak pada Senin (25/4/2016).

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah ,Brigadir Jenderal Rudi Sufahriadi mengatakan dari hasil penyelidikan sementara pihaknya memastikan jenazah korban tewas dalam peristiwa kontak tembak di Desa Patiwunga merupakan anggota teroris Santoso yang telah lama masuk dalam daftar DPO Polisi.

Menurut dia, selain masuk dalam daftar DPO, Mg yang merupakan keturunan warga Turkistan diketahui telah bergabung dengan kelompok Santoso sejak tahun 2014 silam. Dia  ikut melakukan serangkaian aksi kekerasan dan terorisme di Poso.

"Jadi jenazah korban tewas dalam kontak, identitasnya sudah jelas dan termasuk dalam DPO teroris serta barang buktinya ada kita temukan dilokasi seperti tas ransel yang berisi bom dan logistik makanan," ujar Kapolda dalam keterngan persnya di Mapolres Poso pada Senin (25/4/2016).

Rudi Sufahriadi yang juga merupakan kepala penanggung jawab operasi Tinombala 2016 menambahkan, jenazah Mg masih disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan dilakukan, pihaknya juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik korban yang ditemukan disekitar lokasi kontak seperti satu buah tas ransel yang berisi satu buah bom rakitan jenis lontong, logistik makanan serta satu buah parang yang dipergunakan saat mencoba melawan petugas.

"DPO ini turun ke perkampungan berjumlah sekitar 4 orang,untuk mencari makan, karena dicurigai aparat yang bertugas mencoba menggeledah tapi melawan sehingga terjadi kontak senjata,satu tewas dan 3 orang Dpo lainnya berhasil kabur," ujar dia.

Polda Sulawesi Tengah masih memburu sedikitnya 25 orang DPO jaringan Santoso. Operasi pengejaran kelompok teroris Santoso dengan sandi operasi Tinombala 2016 dengan target utama penangkapan pimpinan teroris Santoso alias Abu Wardah rencananya akan berakhir pada bilan Mei 2016 mendatang.(Kompas)

Komentar

Loading...