Pembunuh Bocah Divonis 10 Tahun Penjara

Foto Ilustrasi Tribunnews.com

Foto Ilustrasi Tribunnews.com
Foto Ilustrasi Tribunnews.com

Lhoksukon, (Acehportal). Pengadilan Negeri (PN) Bireuen menjatuhkan hukuman penjara selama sepuluh tahun penjara kepada pelaku pembunuhan Ayu (6 tahun) yang terjadi di Gampong (desa) Pandrah Janeng, Kecamatan Pandrah.

Sidang yang berlangsung Kamis (21/4) sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dibuka oleh Ketua Majelis Hakim, Fauzi SH MH, dan anggota Muchtaruddin SH serta Irwanto SH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mala Kristin SH dan Cut Indri SH. Sidang itu menghadirkan dua terdakwa, Kam dan MI.

“Sesuai dengan komitmen kami, LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe akan mendampingi keluarga almarhum Ayu hingga kasus ini selesai, maka pada setiap persidangan kami hadir. Tak hanya itu selama ini kami juga membangun komunikasi dengan JPU,” ujar Koordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Fauzan SH Dalam siaran pers kepada Analisa, Jumat (22/4).

Dikatakan, terkait putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim PN Bireuen, pihaknya menghormati dan mengapresiasi vonis yang dijatuhkan terhadap kedua terpidana tersebut meski belum sesuai dengan tuntutan JPU.

“Namun, harapan kami putusan ini dapat menjadi acuan bagi hakim lain baik di PN Bireuen maupun PN lainnya agar kekerasan terhadap anak dapat terminimalisir,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hal ini penting karena tindakan kekerasan terhadap anak di Aceh akhir-akhir ini masih tinggi, yang salah satu penyebabnya menurutnya adalah karena pelaku kekerasan tersebut tidak tersentuh hukum. Ada yang berakhir damai, divonis bebas, dan ada yang belum dilengkapi berkasnya oleh penyidik. Ini menjadi faktor maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Aceh.

“Dengan adanya putusan ini juga, masyarakat dan orangtua tidak perlu takut untuk melaporkan tindakan-tindakan kekerasan terhadap anak ke pihak berwenang, instansi serta lembaga yang dibentuk oleh pemerintah. Meski terkadang tidak berakhir seperti yang diharapkan, namun optimis saja, yang penting jangan diam,” urainya.

Menurut LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, majelis hakim PN Bireuen menyatakan bahwa kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur pidana dalam Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

“Setelah membacakan putusan dan mengetuk palu sidang, kedua terpidana tersebut langsung menghampiri Majelis Hakim untuk meminta keringanan, namun majelis tidak menghiraukan dan memerintahkan JPU untuk mengeluarkan terpidana dari ruang sidang,” paparnya.(Analisa)

Komentar

Loading...