Pembagunan Proyek Jalan Alur Naga Dikerjakan Asal Jadi

AcehPortalTapaktuan, (Acehportal) - Proyek preservasi dan rekontruksi jalan Tapaktuan, Aceh Selatan - lintas Sumut di kawasan Gunung Alur Naga dan Panorama Hatta (Pintu Angin), Kecamatan Tapaktuan, yang menelan biaya sebesar Rp 11,9 miliar sangat mengecewakan. Pasalnya, pembangunan jalan dikerjakan asal jadi.

Badan jalan yang diketahui rawan longsor tersebut, seharusnya dibangun kontilever (jaringan cor besi dan leger beton) seperti dikerjakan kontraktor sebelumnya, tapi ternyata hanya dibuat pagar pengaman berem jalan di pinggir tebing.

Akibatnya daya tahan badan jalan sangat diragukan, terutama ketika dilintasi kenderaan bermuatan berat.

"Kondisi ini sangat berbahaya, karena truk bermuatan berat bisa terjebak di berem jalan berpagar dan terancam amblas bersama pagar, karena tidak memiliki kontilever," kata Suherman (40), tokoh masyarakat Desa Penjupian kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (21/4).

Proyek tersebut dikerjakan rekanan pemenang tender PT Nabilla Utama, asal Blang Oi, Meraxa, Banda Aceh, dengan nilai kontrak Rp 11,905 miliar lebih.

Sementara jembatan Alur Naga seharusnya dibangun baru, tetapi dipadai dengan jembatan lama yang kondisinya telah uzur. Namun luput dari perhatian Satuan Kerja Pelaksana Proyek Jalan Nasional Wilayah II lintasan Pantai Barat Selatan Aceh.

Begitu pula pekerjaan kontilever sepanjang beberapa meter pada titik Desa Lhok Reukam, persis di penurunan Gunung Panorama Hatta menuju Desa Air Pinang, juga terkesan dikerjakan asal jadi.

Koordinator Lapangan PPK-12 Tapaktuan-Subulussalam Musdi Misbah saat hendak dikonfirmasi soal ini, beberapa kali ditelepon tidak diangkat, meskipun suara panggilan masuk terdengar.(MedanBisnis)

Rubrik: HukumNews

Komentar

Loading...